Dalam Rangka memperingati Hari Habitat Dunia (HHD) tahun 2014, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah mengadakan penjurian lomba habitat bagi kabupaten/kota yang telah mengikuti lomba. Penjurian untuk Lomba Habitat kali ini dilaksanakan pada Rabu dan Kamis (1-2/10/2014) di Ruang Rap

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/10/jateng-hhd-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Dalam Rangka memperingati Hari Habitat Dunia (HHD) tahun 2014, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah mengadakan penjurian lomba habitat bagi kabupaten/kota yang telah mengikuti lomba. Penjurian untuk Lomba Habitat kali ini dilaksanakan pada Rabu dan Kamis (1-2/10/2014) di Ruang Rapat Lantai I Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dibuka oleh Arief Djatmiko selaku Kabid Perumahan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten/kota yang hadir untuk mengikuti penjurian sebanyak 11 kabupaten/kota yaitu Kota Surakarta, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Blora, Kabupaten Temanggung, Kota Tegal dan Kota Semarang.</p> <p style="text-align: justify;">Arief mengatakan presentasi lomba sebaiknya memperlihatkan upaya pemerintah kabupaten/kota dalam menangani kawasan permukiman kumuh terkait dengan beberapa faktor, antara lain seperti ketersediaan rencana penanganan kawasan kumuh, pelaksanaan pembenahan fisik lingkungan kawasan kumuh dan penanganan yang sifatnya non fisik.</p> <p style="text-align: justify;">"Para juri menentukan dasar dari kriteria penilaian diantaranya paparan yang disampaikan harus bisa menunjukkan kabupaten/kota yang sedang menuju perwujudan kawasan permukiman yang layak huni sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, khususnya bagi masyarakat penghuninya. Sedangkan hal lainnya sesuai nilai-nilai agenda habitat dan mengacu kepada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, yaitu yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi, yang merupakan suatu sistem dalam tata kelola penyelenggaraan permukiman yang baik," kata Arief.</p> <p style="text-align: justify;">Arief menambahkan penilaian akan dibagi ke dalam 3 aspek, yaitu presentasi Pemerintah Kabupaten/Kota, kelengkapan data pendukung dan verifikasi/penilaian lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang lebih lengkap mengenai proses pelaksanaan penanganan kawasan permukiman kumuh yang dilakukan oleh masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota. Untuk verifikasi lapangan akan segera dilakukan pada bulan ini, sehingga pemenang lomba habitat akan dapat segera diumumkan pada akhir Bulan Oktober ini. (tata/jateng/ari)</p> <p style="text-align: justify;"></p>