Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan beserta Satker Bidang Cipta Karya Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang memperingati Hari Habitat Sedunia. Dengan bertemakan Voices From Slums atau Aspirasi Masyarakat Permukiman Kumuh

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/10/sumsel-HHD-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan beserta Satker Bidang Cipta Karya Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang memperingati Hari Habitat Sedunia.</p> <p style="text-align: justify;">Dengan bertemakan <i>Voices From Slums</i> atau Aspirasi Masyarakat Permukiman Kumuh yang berarti mengenali kehidupan di permukiman kumuh, memberikan suara untuk penghuni kawasan kumuh, mendengarkan aspirasi dari masyarakat permukiman kumuh dan untuk meningkatkan kualitas kondisi hidup di daerah permukiman kumuh.</p> <p style="text-align: justify;">Bertempat di Kawasan 3-4 Ulu Kota Palembang, Jumat (10/10/2014), acara Hari Habitat Sedunia 2014 di Kota Palembang diselenggarakan, yang mana kawasan ini merupakan salah satu kawasan kumuh di Kota Palembang.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumsel Eddy Hermanto menyampaikan dalam rangka mewujudkan program permukiman yang layak huni dan berkelanjutan 100-0-100 di tahun 2019 yaitu 100% pelayanan akses air minum, 0% kawasan kumuh, dan 100% akses sanitasi, tidak cukup di Ketua RT dan RW beserta tokoh masyarakat saja masalah permukiman kumuh ini akan selesai, namun Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota beserta masyarakat dan semua pihak terkait harus membantu mencapai target tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara itu, tokoh masyarakat setempat A. Gani yang mewakili masyarakat mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan-bantuan selama ini dari jalan setapak yang menjadikan kondisi kehidupan lebih baik.</p> <p style="text-align: justify;">"Selain itu juga, dapat berdampak pada perekonomian sosial yang lebih maju bagi penghuni kawasan kumuh, dan dengan adanya kotak sampah, motor sampah dapat mengurangi sampah yang ada di kawasan kami," kata A. Gani. (Randal Sumsel/bns)</p> <p style="text-align: justify;"></p>