Peringatan Hari Habitat Dunia telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan Oktober sejak tahun 1985. Peringatan Hari Habitat Dunia ini bertujuan untuk membahas kondisi permukiman secara global, dan penghargaan hak atas hunian layak bagi warganya, serta mengingatkan para pemangku kep

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/10/lampung-HHD-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Peringatan Hari Habitat Dunia telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan Oktober sejak tahun 1985. Peringatan Hari Habitat Dunia ini bertujuan untuk membahas kondisi permukiman secara global, dan penghargaan hak atas hunian layak bagi warganya, serta mengingatkan para pemangku kepentingan akan tanggungjawab bersama untuk masa depan permukiman yang lebih baik.</p> <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung Robinsyah dalam acara Peringatan Hari Habitat Dunia 2014, di Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (09/10/2014).</p> <p style="text-align: justify;">"Melalui peringatan Hari Habitat tahun ini diharapkan dapat menjadi momen untuk meningkatkan komitmen dan upaya bersama untuk mengurangi luas permukiman kumuh, sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan seluruh masyarakat khususnya di Provinsi Lampung," kata Robinsyah.</p> <p style="text-align: justify;">RPJPN tahun 2005-2025 dan RPJMN periode 2015-2019, mengamanatkan bahwa pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya ditujukan untuk mewujudkan peningkatan akses penduduk terhadap lingkungan permukiman yang berkualitas, dan juga mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh di Indonesia pada tahun 2019.</p> <p style="text-align: justify;">Robinsyah mengungkapkan, untuk menjawab tantangan bidang Cipta Karya tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum mencanangkan Program Prakarsa Permukiman 100-0-100 yaitu program pengembangan permukiman berkelanjutan, dengan mencapai 100% akses air minum, mengurangi kawasan kumuh hingga 0% dan 100% akses sanitasi untuk masyarakat Indonesia.</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Robinsyah menjelaskan, berdasarkan hasil kegiatan Identifikasi Kawasan Kumuh Provinsi Lampung tahun 2014 menunjukkan, luasan kawasan permukiman kumuh Provinsi Lampung mencapai 1.932,96 Ha yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota (tidak termasuk Kab. Mesuji &amp; Kab. Pesisir Barat). Sedangkan berdasarkan hasil Workshop pencapaian target MDGs Provinsi Lampung tahun 2014, capaian akses air minum di Provinsi Lampung telah mencapai 63,24%, serta akses pelayanan sanitasi mencapai 45,43%. Hal ini tentunya menjadi tantangan bersama untuk mencapai target 100-0-100 tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Agenda Peringatan Hari Habitat Dunia di Provinsi Lampung tahun ini terdiri dari empat kegitan utama, yaitu sarasehan penjaringan aspirasi dari warga masyarakat di Desa Muara Gading Mas terkait peningkatan kulatias lingkungan permukiman, pelaksanaan bakti sosial bersih-bersih kampung, penanaman pohon penghijauan disekitar lokasi permukiman serta penyerahan secara simbolis bak pembuangan sampah kepada aparat desa setempat.</p> <p style="text-align: justify;">"Saya harap dapat terus menggalang kontribusi aktif dari berbagai pihak dalam pelaksanaan Peringatan Hari Habitat, serta mendorong dan memperkuat upaya Pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat di Provinsi Lampung yang sehat, aman, nyaman, produktif, dan sejahtera baik secara fisik, ekonomi, maupun sosial budaya melalui permukiman yang layak huni dan berkelanjutan,'' tutup Robinsyah. (Geri-Randal Lampung/bns)</p>