Sampai dengan pertengahan Semester II Tahun Anggaran 2014, Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menyerap anggaran sebanyak 47,83% atau Rp6,89 triliun dari total pagu Rp14,4 triliun. Meskipun tidak sesuai target yang direncanakan yaitu 62,43% di akhir Oktober 2014, namun Cipta Karya optimistis pen

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/10/20141013_raker1.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Sampai dengan pertengahan Semester II Tahun Anggaran 2014, Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menyerap anggaran sebanyak 47,83% atau Rp6,89 triliun dari total pagu Rp14,4 triliun. Meskipun tidak sesuai target yang direncanakan yaitu 62,43% di akhir Oktober 2014, namun Cipta Karya optimistis penyerapan akhir 2014 sebesar 95,97% dapat dicapai.</p> <p style="text-align: justify;">Hingga 13 Oktober 2014 ini, Ditjen Cipta Karya telah merampungkan 965 paket kontrak senilai Rp1,25 trilun dari sebanyak 4.043 paket kontraktual senilai Rp9 triliun. Sisanya sebanyak 3.078 paket dengan nilai Rp7,8 triliun sedang terus dikejar penyerapannya.</p> <p style="text-align: justify;">Keterlambatan terjadi pada program-program pemberdayaan yang identik penyebab keterlambatan penyerapan Ditjen Cipta Karya. Status hari ini, tujuh program pemberdayaan baru menyerap 10,68% dari pagu senilai Rp3,25 triliun.</p> <p style="text-align: justify;">Semua proses pemberdayaan sudah selesai tinggal dilakukan pencairannya selama Oktober-Desember. Ini diharapkan dapat mendongkrak penyerapan keuangan Ditjen Cipta Karya, ujar Plt. Direktur Bina Program Antonius Budiono saat memimpin Evaluasi dan Percepatan Pelaksanaan Program 2014 serta Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 2015 Ditjen Cipta Karya, Senin (13/10) di Sanur, Denpasar.</p> <p style="text-align: justify;"><b>Capaian Renstra 2010-2014</b></p> <p style="text-align: justify;">Selain melaporkan pelaksanaan kegiatan TA 2014, Antonius juga mengungkapkan capaian Rencana Strategis (Renstra) Ditjen Cipta Karya 2010-2014 dimana hampir semua indikator kinerja telah melampuai target yang ditetapkan. Indikator utama yang dimaksud seperti Meningkatnya Pelayanan Dasar Masyarakat (Pencapaian Target MDGs), Penanggulangan Kemiskinan (Pemberdayaan Masyarakat), dan Meningatnya Tertib Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Penataan Lingkungan.</p> <p style="text-align: justify;">Pembangunan Rusunawa menjadi satu-satunya kegiatan yang masih memiliki gap sebanyak 20 Twin Block (TB) yang disebabkan adanya kebijakan penghematan anggaran. Namun 20 TB Rusunawa tersebut sedang dilaksanakan pada 2014 ini dan akan selesai pada 2015. Target Renstra 2010-2014 menyebutkan sebanyak 250 TB harus dibangun sampai 2014, namun saat ini baru terbangun sebanyak 230 TB.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam laporan pelaksanaan Renstra memang dianggap tidak tercapai, namun 20 TB Rusunawa tersebut akan selesai dibangun pada 2015 karena sifatnya <i>multiyears contract</i>, jelas Antonius. (bcr)</p>