Direktorat Bina Program Ditjen Cipta Karya melaksanakan workshop Pra Konsultasi Pogram Penggunaan DAK Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum TA 2015 Direktorat Jenderal Cipta Karya, di Makassar, Selasa (28/10/2014). Plt Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya Antonius Budiono dalam sambut

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/11/sulsel-DAK-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Direktorat Bina Program Ditjen Cipta Karya melaksanakan workshop Pra Konsultasi Pogram Penggunaan DAK Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum TA 2015 Direktorat Jenderal Cipta Karya, di Makassar, Selasa (28/10/2014).</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Plt Direktur Bina Program Ditjen Cipta Karya Antonius Budiono dalam sambutannya menyampaikan seperti telah kita ketahui bersama bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan bagian dari prioritas nasional dan urusan daerah.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">"Berbeda dengan DAK tahun sebelumnya dimana nomenklatur DAK air minum dan sanitasi dipisahkan, pada tahun 2015 ini dijadikan satu yaitu dak bidang infastruktur sanitasi dan air minum seperti tercantum pada lampiran Peraturan Presiden nomor 43 tahun 2014 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2015," ujar Antonius.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Antonius menjelaskan, sesuai RKP 2015, arah kebijakan pemanfaatan DAK bidang infarstruktur sanitasi dan air minum dimaksudkan untuk meningkatkan cakupan pelayanan untuk pencapaian akses sanitasi dan air minum nasional 100% pada tahun 2019 dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kesiapan daerah dalam melaksanakan pembangunan sanitasi dan air minum.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Antonius mengungkapkan, sasaran tahun 2015, untuk subbidang sanitasi adalah meningkatkan pelayanan sanitasi melalui sanimas dan prasarana persampahan 3R bagi 834 ribu jiwa, sedangkan subbidang air minum yaitu meningkatkan pelayanan air minum perpipaan melalui penambahan 1,4 juta jiwa.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Pembinaan teknis di tingkat pusat untuk penggunaan DAK subbidang sanitasi dilakukan oleh Direktorat Pengembangan PLP dan pembinaan teknis untuk penggunaan DAK subbidang air minum adalah Direktorat PAM. Sedangkan di tingkat daerah, pembinaan teknis subbidang sanitasi akan dilakukan oleh Satker PPLP Provinsi dan subbidang air minum dilakukan oleh Satker PKPAM.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">"Pelaksanaan DAK infarstruktur baik untuk bidang air minum maupun sanitasi pada tahun 2014 saat ini masih berlangsung, tingkat kedisiplinan dalam penyampaian laporan oleh Pemerintah kabupaten/kota masih rendah. Sampai dengan triwulan ketiga, persentase kabupaten/kota yang menyampaikan laporan e-Monitoring adalah 54,89% untuk bidang sanitasi dan 50,43% untuk bidang air minum. Oleh karena itu, diharapkan dapat segera menyampaikan laporan yang akan digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan pemanfaatan DAK yang nantinya akan dirangkum menjadi satu kesatuan laporan pelaksanaan DAK infrastruktur oleh Menteri PU," tutur Antonius. (Jamal/Randal Sulsel/bns)</p> &nbsp;