Dalam rangka Hari Habitat Dunia 2014 Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Utara melakukan berbagai kegiatan seperti jalan sehat dan penanaman pohon, di Manado beberapa waktu lalu. Sekretaris Dinas PU Sulawesi Utara Max Oroh bersama Kabid Cipta Karya James Sela, Kabid Tata Ruang Liny Tambajong dan K

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/11/sulut-penanaman-pohon-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Dalam rangka Hari Habitat Dunia 2014 Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Utara melakukan berbagai kegiatan seperti jalan sehat dan penanaman pohon, di Manado beberapa waktu lalu.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Sekretaris Dinas PU Sulawesi Utara Max Oroh bersama Kabid Cipta Karya James Sela, Kabid Tata Ruang Liny Tambajong dan Kabid Bina Marga Temy Lumi secara simbolis melakukan penanaman pohon di sekitar lingkungan kantor Dinas Pekerjaan Umum yang berlokasi di Tikala Ares.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Dengan penanaman pohon ini kantor kita bisa kembali hijau dan perlahan-lahan kita mulai menata agar bisa kembali seperti semula pasca bencana banjir lalu, ungkap Max.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Max berharap kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian habitat, dengan mengurangi pemanasan global dan dampak kerusakan lingkungan lainnya. Berdasarkan data peningkatan emisi gas rumah kaca, para ahli cuaca internasional memperkirakan planet bumi bakal mengalami kenaikan suhu rata-rata 3,5C dalam waktu dekat akumulasi penumpukan gas tersebut.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">"Bencana yang muncul cukup mencemaskan, diantaranya pencairan es di kutub, perubahan pola angin, meningkatnya badai atmosferik, bertambahnya organisme penyebab penyakit, perubahan ekosistem hutan, dan lainnya," tutur Max.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Max menambahkan tentunya kita tidak ingin Sulut mengambil bagian dalam merusak lingkungan. Jika selama ini hutan selalu menjadi pilihan untuk menyelamatkan bumi karena kemampuannya menyerap kembali CO2, maka perairan laut ternyata juga memiliki daya netralisasi yang tak kalah besarnya, melalui berbagai organisme laut yang melimpah, seperti yang ada di Sulut.(Sinta-randal sulut/ari)</p> &nbsp;