Guna menerjemahkan Rencana Program Jangka Menengah kedalam program dan anggaran tahunan, perlu dilakukan sinkronisasi kebutuhan program dan indikasi alokasi anggaran tiap tahunnya. Penyusunan tingkat prioritas rincian dan lokasi kegiatan akan menjadi referensi penting dalam memberikan justifikasi

<em><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/12/lampung-bsr.jpg"></a></em> <p style="text-align: justify;"><em></em>Guna menerjemahkan Rencana Program Jangka Menengah kedalam program dan anggaran tahunan, perlu dilakukan sinkronisasi kebutuhan program dan indikasi alokasi anggaran tiap tahunnya. Penyusunan tingkat prioritas rincian dan lokasi kegiatan akan menjadi referensi penting dalam memberikan justifikasi rencana pengalokasian anggaran dan waktu pelaksanaan kegiatannya.</p> <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Sekertaris Dinas Pengairan dan Permukiman Provinsi Lampung Heru Wahyudi dalam Pembukaan Workshop Sikronisasi Program 2015 Tahun Anggaran 2014 di Bandar Lampung, Kamis (20/11/2014).</p> <p style="text-align: justify;">"Penyusunan prioritas rincian kegiatan didasarkan pada urgensi <i>output</i> kegiatan, jumlah penduduk pengguna, luas wilayah yang tertangani, tingkat kesiapan pelaksanaan kegiatan, kesesuaian peruntukan lokasi dalam Rencana Tata Ruang, perhatian pemerintah daerah setempat, kebutuhan anggaran, serta dampak positif yang menyertainya," kata Heru.</p> <p style="text-align: justify;">Heru menjelaskan penyusunan kegiatan prioritas ini perlu dilakukan dan disepakati secara bersama, serta dituangkan kedalam suatu kesepakatan (memorandum) program antara Ditjen Cipta Karya, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Idealnya, kegiatan-kegiatan yang akan dianggarkan adalah kegiatan yang sudah dinilai benar-benar layak untuk didanai, baik dilihat dari sisi perencanaan, pelaksanaan kegiatan, maupun pemanfaatannya. Kegiatan penyusunan program semestinya dilakukan 2 tahun sebelum pelaksanaan kegiatan sehingga dapat siap dianggarkan pada tahun berikutnya.</p> <p style="text-align: justify;">"Pelaksanaan Workshop Sinkronisasi 2015 diarahkan untuk menyamakan persepsi program dalam rangka keberlanjutan dan kelangsungan investasi pembangunan prasarana dan sarana bidang Cipta Karya serta penggalangan berbagai sumber pendanaan dimana pembangunannya dilaksanakan oleh kabupaten/kota," ungkap Heru.</p> <p style="text-align: justify;">Heru berharap dengan keterpaduan program dan anggaran diharapkan dapat menciptakan hasil pembangunan bidang Cipta Karya di daerah yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas melalui kerjasama pusat dan daerah yang berbasis pada prinsip pengembangan wilayah secara berkelanjutan. Kerjasama yang baik antara para Kepala Satuan Kerja di lingkungan Bidang Pemukiman Dinas Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung dengan Satuan Tugas Penyusunan RPI2JM di kabupaten/ kota menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini. "Saran dan masukan yang konstruktif dari semua pihak pada acara ini sangat bermanfaat bagi pelaksanaan dan implementasi pelaporan kegiatan yang tepat dan akurat," tutup Heru. (Methariska Randal Lampung/ari)</p>