Satker Randal PIP Sulawesi Tengah menggelar Workshop Keterpaduan SPPIP,RPKPP, RPIJM, dan MP Bidang Cipta Karya Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), di Palu, Jumat (21/11/2014). Kegiatan ini diikuti oleh 61 peserta, terdiri atas unsur Bappeda dan Dinas Cipta Karya Perumahan dan Tata Ruang Provinsi

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/12/sulteng-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Satker Randal PIP Sulawesi Tengah menggelar Workshop Keterpaduan SPPIP,RPKPP, RPIJM, dan MP Bidang Cipta Karya Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), di Palu, Jumat (21/11/2014).</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini diikuti oleh 61 peserta, terdiri atas unsur Bappeda dan Dinas Cipta Karya Perumahan dan Tata Ruang Provinsi Sulteng, Tim Satgas Randal Provinsi Sulteng, Bappeda dan Dinas PU Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulteng serta Satker bidang Ke-Cipta Karya-an pada Dinas Cipta Karya Perumahan dan Tata Ruang Provinsi Sulteng.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Tata Ruang Provinsi Sulteng yang diwakili oleh Kepala Bidang Perumahan, Kaharudin mengatakan Kabupaten/Kota Strategis Nasional menjadi fokus bahasan utama untuk menghasilkan keterpaduan program Cipta Karya. Untuk itu, diperlukan komitmen yang tinggi dari kabupaten/kota, khususnya Kabupaten/Kota Strategis Nasional untuk bersama-sama dalam mendorong penanganan kawasan-kawasan yang dijadikan kawasan penanganan terpadu.</p> <p style="text-align: justify;">"Untuk mewujudkan hal tersebut, kabupaten/kota perlu mendahulukan penyiapan dokumen perencanaan bidang Cipta Karya seperti SPPIP, RPKPP, RISPAM dan RTBL yang mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah," kata Kaharudin.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara PPK Randal Sulteng Djoni Eko mengatakan, tujuan dengan diadakannya workshop keterpaduan ini untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pembangunan di daerah.</p> <p style="text-align: justify;">"Upaya untuk mendukung pencapaian sasaran pembangunan lima tahun bidang Cipta Karya dengan muwujudkan hasil pembangunan yang lebih optimal melalui perencanaan pembangunan infrastruktur terpadu sebagaimana dimaksud dalam Renstra Cipta Karya tahun 2010-2014 dan seterusnya maupun MDGs tahun 2015, tutup Djoni Eko.( Hendra /Randal Sulteng/ari)</p>