Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal-PIP) Provinsi Kalsel mengadakan Evaluasi Akhir Tahun 2014 di Banjarmasin selama dua hari (25-26/11/2014). Evaluasi diikuti oleh Kepala SKPD Kabupaten/Kota, anggota Satgas Pendampingan Perencanaan dan Pengendalian P

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/12/kalsel-evaluasi-akhir-tahun-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal-PIP) Provinsi Kalsel mengadakan Evaluasi Akhir Tahun 2014 di Banjarmasin selama dua hari (25-26/11/2014).</p> <p style="text-align: justify;">Evaluasi diikuti oleh Kepala SKPD Kabupaten/Kota, anggota Satgas Pendampingan Perencanaan dan Pengendalian Program Bidang Permukiman Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, para pejabat Eselon IV, Kasatker dan PPK di Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Selatan.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Sumber Daya Air Provinsi Kalsel Akhmad Fakri mengatakan capaian kinerja diukur melalui beberapa indikator kinerja dari seluruh <i>stakeholder</i> yang terkait mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga pemanfaatan. Baik Pemerintah Pusat (Satker Provinsi), provinsi, maupun kabupaten/kota sebagai pihak yang berkepentingan terhadap program Pengembangan Infrastuktur Permukiman untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal dalam penyediaan infrastruktur dasar bidang Cipta Karya bagi masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;">Peran Pemerintah Kabupaten/Kota juga dapat dilihat pada indikator kinerja keberlanjutan program. Hal tersebut dapat diukur dari 2 hal yaitu ketersediaan unit organisasi pengelola infrastruktur pasca konstruksi, serta ketersediaan dana operasional dan <i>maintenance</i> kegiatan (dana OM)-untuk memastikan infrastruktur yang sudah dibangun tetap dapat berfungsi dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, tutur Fakri.</p> <p style="text-align: justify;">Fakri mengingatkan terkait progres pelaksanaan kegiatan APBN bidang Cipta Karya di Provinsi Kalimantan Selatan baik Satker Provinsi maupun Satker Kabupaten/Kota berdasarkan data yang dilaporkan pada e-Monitoring per tanggal 24 November 2014, telah mencapai Rp. 222,99 Milyar atau 70,78% untuk serapan keuangan dan 71,67 % untuk progres fisik. Sehingga masih terdapat deviasi yang cukup besar hingga akhir Tahun Anggaran sebesar Rp. 92,07 Milyar atau 29,22% untuk keuangan dan 28,33% untuk fisik. "Maka, secara sederhana kita harus dapat menyerap sebesar kurang-lebih Rp. 3 Milyar dan meningkatkan progres fisik sebesar 1% untuk setiap hari sebelum tahun berakhir," tutup Fakri. (Randal Kalsel/ari)</p>