Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) di hadapan 56 wartawan menyampaikan rencana kerja kementeriannya sebagai bagian dari Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh sejumlah pejabat eselon I dan II Kemen PU-Pera, dalam acara Media Gathering di Bogo

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/12/gatering-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) di hadapan 56 wartawan menyampaikan rencana kerja kementeriannya sebagai bagian dari Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh sejumlah pejabat eselon I dan II Kemen PU-Pera, dalam acara Media Gathering di Bogor, Kamis (27/11/2014). Basuki menyampaikan rencana kerja masing-masing bidang yang ada di kementeriannya. Rencana tersebut akan menjadi fokus kerja dalam periode tahun 2014-2019. Bidang tersebut di antaranya dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Sumber Daya Alam, Bina Marga, Pengembangan (Litbang) dan Penelitian. "Pada intinya, kita harus lebih banyak bekerja, menyampaikan ide-ide besar dan merealisasikan program yang besar. Hendaknya Indonesia harus mencontoh Tiongkok dalam bidang kemajuan infrastruktur," kata Basuki mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo.</p> <p style="text-align: justify;">Contoh tersebut yakni bersatunya partai-partai politik yang ada di sana untuk sepakat membangun negara. Maka kunci kemajuan pembangunan Indonesia adalah bersatunya pemerintah pusat, provinsi dan daerah dalam melakukan segala pembangunan. Hal kedua, pemerintah harus memiliki ide-ide besar dalam pekerjaan dan militansi agar kebutuhan rakyat pun semakin maksimal. Misalnya, rencana kerja bidang upaya pencapaian target RPJMN 2015-2019 bidang Cipta Karya dinilai cukup berat. Namun Ditjen Cipta Karya optimistis dapat mencapai target yang dikenal dengan 100%-0%-100%. Karena itu perlu didorong optimalisasi perencanaan, pemrograman, penganggaran, dan pengendalian.</p> <p style="text-align: justify;">Banyak yang menganggap itu target ambisius. Namun kami yakin bisa dicapai dengan perencanaan, pemrograman, dan pengendaian yang baik, kata Basuki.</p> <p style="text-align: justify;">Dijelaskan, target 100-0-100 yag mulai dikenalkan oleh Kementerian PU dan Pera adalah target yang tercantum dalam rancangan RPJMN 2015-2019. Target 100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak.</p> <p style="text-align: justify;">Basuki menambahkan, saat ini capaian akses air minum baru mencapai 67%, akses sanitasi layak 60%, dan menyisakan 12% kawasan permukiman kumuh.Kita dituntut untuk meraih rata-rata capaian 6% sampai 7% per tahun bidang air minum dan sanitasi, tutur Basuki.(ari)</p> <p style="text-align: justify;"></p>