Satuan Kerja Randal Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Workshop Keterpaduan Pembangunan Bidang Cipta Karya TA. 2014 di Makassar, Senin (24/11/2014). Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Sumi Heriza Sikki. Sumi menyampaikan penyusunan re

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2014/12/sulsel-RPI2JM.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Randal Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Workshop Keterpaduan Pembangunan Bidang Cipta Karya TA. 2014 di Makassar, Senin (24/11/2014).</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Sumi Heriza Sikki. Sumi menyampaikan penyusunan rencana progam dan anggaran infrastruktur permukiman dapat mendukung secara nyata pemenuhan kebutuhan pengembangan ekonomi sosial dan lingkungan secara terpadu.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk itu Pemerintah Pusat dan Provinsi senantiasa mendukung Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyiapkan perencanaan program bidang Cipta Karya antara lain dengan melakukan pendampingan untuk pelaksanaan <i>review</i> RPI2JM kabupaten/kota dan juga melakukan workshop keterpaduan perencanaan program bidang Cipta Karya, ungkap Sumi.</p> <p style="text-align: justify;">Sumi menuturkan, Pemerintah Pusat telah memperlihatkan konsistensinya untuk menjadikan dokumen RPI2JM ini sebagai dokumen rujukan pelaksanaan pembangunan infrastruktur permukiman bidang Cipta Karya. Khususnya dalam mewujudkan keterpaduan pembangunan bidang Cipta Karya baik keterpaduan fisik maupun keterpaduan non fisik yang sesuai dengan arahan rancangan RPJMN 2015-2019 bidang Cipta Karya.</p> <p style="text-align: justify;">Sesuai dengan arahan dalam bidang infrastruktur untuk tercapainya 100-0-100, yaitu terpenuhinya penyediaan air minum dan sanitasi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kota tanpa permukiman kumuh, yang berarti pemenuhan kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukung, serta terpenuhinya penanganan sanitasi untuk tahun 2019.</p> <p style="text-align: justify;">Oleh karena itu untuk mencapai hal-hal tersebut diatas sangat diperlukan perencanaan yang baik serta komitmen yang kuat dari seluruh <i>stakeholder</i> dalam pelaksanaan pembangunan Cipta Karya di daerah kita masing-masing, tutup sumi.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dihadiri oleh 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan yang terdiri dari Kepala Bappeda, Kepala Dinas PU, dan Satgas Randal kabupaten/kota serta Satker Sektor bidang Cipta Karya sebagai narasumber. (Jamal/rdl Sulsel/ari)</p>