Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Sumatera Barat memperingati Hari Habitat Dunia Tahun 2016 di area PIP2B Provinsi Sumatera Barat, Jumat(20/10/2016). Peringatan Hari Habitat Dunia kali ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Ba

<p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Sumatera Barat memperingati Hari Habitat Dunia Tahun 2016 di area PIP2B Provinsi Sumatera Barat, Jumat(20/10/2016). Peringatan Hari Habitat Dunia kali ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Nasrul Abit.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Nasrul Abit mengatakan tempat tinggal yang layak huni, aman, nyaman dan memadai mesti didukung infrastruktur dasar yang memadai seperti air minum, sanitasi, persampahan, drainase dan ruang untuk publik, hal ini sesuai dengan tema Hari Habitat Dunia yakni<em>Housing at the Centre</em>(Perumahan Penggerak Kota Berkelanjutan).</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Nasrul Abit mengungkapkan, melalui program 100-0-100 peranan Direktorat Jenderal Cipta Karya sangat besar dalam menuju kota yang berkelanjutan, dan sangat penting adalah mengenai penanganan kumuh di perkotaan, Pemerintah Daerah mesti mengukur sejauhmana tingkat permasalahan diperkotaan, seberapa luas kawasan kumuh dan kawasan yang akan berpotensi kumuh.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Sumatera Barat, Syafriyanti menuturkan, acara utama dalam peringatan Hari Habitat Dunia 2016 ini adalah<em>talkshow</em>dengan mengangkat tema Permukiman Tradisional Sebagai Penggerak Kehidupan Masyarakat Minangkabau. "Makna dari tema talkshow tersebut adalah bagaimana tetap mempertahankan permukiman tradisional yaitu bangunan rumah gadang sebagai tempat tinggal masyarakat Minangkabau dengan kearifan lokal yang kaya dengan nilai filosofis," tutur Syafriyanti.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaan<em>talkshow</em>dihadiri oleh akademisi, Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan, Asosiasi di Provinsi Sumatera Barat dengan Narasumber dari Direktorat Jenderal Cipta Karya yaitu Kasubdit Permukiman Khusus, Aswin, Ahli Tata Kota, Sudirman Is, dan Kepala Bappeda Kabupaten Solok Selatan, Syamsurizaldi.</p> <p style="text-align: justify;">Pada peringatan Hari Habitat ini juga dilaksanakan serah terima sebelas unit kontainer sampah pada Pemerintah Kota Padang dari PT Semen Padang. Kontainer sampah ini merupakan realiasasi dari kesepakatan program Corporate Social Response (CSR) PT. Semen Padang di bidang Cipta Karya.</p> Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan kegembiraannya menerima kontainer sampah dari PT. Semen Padang karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan Kota Padang dari sampah. Mahyeldi berharap program CSR di bidang Cipta Karya ini dapat dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti di sektor air minum, sanitasi dan pembangunan jalan lingkung. " Kontainer sampah ini merupakan salah satu program CSR PT. Semen Padang dengan Kota Padang. Diharapkan kerjasama kita dapat terus dilanjutkan untuk sektor lain di bidang Cipta Karya lainnya", tutur Mahyeldi. Sementara, Direktur Keuangan PT. Semen Padang, Tri Hartono Priyanto mengatakan bahwasanya program CSR ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar, dan bentuk kerjasama program CSR yang di inisiasi Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2014 sejalan dengan tema CSR PT. Semen Padang yaitu Bersinergi Membangun Nagari. Selanjutnya, dalam peringatan Hari Habitat Dunia Tahun 2016 ini ditutup dengan gerakan bersih pantai di Taman Muaro Lasak pada hari Minggu (23/10) dengan melibatkan Satuan Kerja dilingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya di Provinsi Sumatera Barat.(rjp/randalsumbar/ari)