Di dalam menjalankan tugas dan kewenangannya Direktorat Jenderal Cipta Karya dihadapkan pada pemenuhan target nasional pembangunan kawasan permukiman yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yaitu tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0

<p style="text-align: justify;">Di dalam menjalankan tugas dan kewenangannya Direktorat Jenderal Cipta Karya dihadapkan pada pemenuhan target nasional pembangunan kawasan permukiman yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yaitu tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0%, tercapainya 100% akses aman air minum bagi seluruh penduduk Indonesia, serta meningkatnya akses penduduk terhadap sanitasi layak (air limbah domestik, sampah, dan drainase lingkungan) menjadi 100% pada tingkat kebutuhan dasar.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Target nasional ini sejalan dengan salah satu tujuan dalam<em>Sustainable Development Goals</em>(SDGs) yaitu pelayanan dasar yang aman, mencukupi dan terjangkau, serta peningkatan kualiatas permukiman kumuh.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk mencapai target pembangunan nasional kawasan permukiman tersebut diperlukan suatu keterpaduan dalam pembangunannya, terutama yang terkait dengan pembangunan infrastruktur permukiman. Oleh karena itu, Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman (KIP) dalam hal ini Subdit Pemantauan dan Evaluasi melaksanakan<em>Focus Group Discussion</em>(FGD) dalam rangka membahas mengenai penyelenggaraan Pembangunan Infrastruktur Permukiman yang bertempat di Ruang Rapat Gedung PIP2B di Manado, selama 2 hari (27-28/07/2016).</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari setiap sektor dalam mensinergikan setiap rencana pembangunan infrastruktur permukiman yang ada di daerah serta untuk mendapatkan data dalam penyiapan pedoman pemantauan sehingga apa yang menjadi target dari Gerakan 100-0-100 di tahun 2019 dapat terwujud. (Melky Kaunang I Randal Sulut/bns)</p>