Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Sulawesi Barat menggelar acara Workshop Tengah Tahun dan Penyusunan LAKIP, di Mamuju tanggal 2-3 Sebtember. Acara dibuka oleh Kepala Satker Randal PIP, Sumiarti, dan dihadiri utusan dari lima kabupaten

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/tengah-tahun.jpg"></a> Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Sulawesi Barat menggelar acara Workshop Tengah Tahun dan Penyusunan LAKIP, di Mamuju tanggal 2-3 Sebtember. Acara dibuka oleh Kepala Satker Randal PIP, Sumiarti, dan dihadiri utusan dari lima kabupaten di Sulbar, yaitu Mamuju, Majene, Mamuju Utara, Mamasa, dan Polewali. <a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/tengah-tahun1.jpg"></a> Workhsop bertujuan untuk mengevaluasi secara akuntabel semua kegiatan-kegiatan satuan kerja di lingkup Direktorat Jenderal Cipta Karya, baik yang dilaksankan di kabupaten maupun yang ada di provinsi. Kegiatan ini dibiaya dari APBN Direktorat Jenderal Cipta Karya TA 2013 yang dikelolah oleh Satker Randal PIP Sulbar. Menurut Sumiarti, sasaran dari workshop Evaluasi Tengah Tahun dan Pemantapan penyusunan LAKIP ini untuk mengetahui sejauh mana upaya yang telah dilakukan, serta mendorong kabupaten/kota melakukan evaluasi internalnya terkait program-program yang berasal dari anggaran APBN bidang Cipta Karya. Workshop juga mengevaluasi aset-aset sarana terbangun yang belum dilakukan evaluasi lebih mendalam yang akan berdampak pada penyerapan anggaran ke depannya, mensingkronisasi dan mengkonsulidasikan hasil kerja Satker Randal dari kegiatan Konsultan Individual, Evaluasi Kinerja, dalam rangka tercapainya target-target pembangunan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya. <a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/tengah-tahun2.jpg"></a> Kami menambahkan pula kinerja terhadap outcome masing sangat kurang sehingga harapan ke depannya pembangunan kota dan kabupaten harus sinergi antar berbagai kebutuhan, serta sektor-sektor dapat berkesinambungan serta terarah ke depannya , katanya Strategi pembangunan seyogianya dilaksanakan secara konsisten, berkesinambungan dan sinkron dengan pentahapan pelaksanaan, jelas, dan terarah sesuai dengan sumber daya dan sumber dana yang tersedia. Harapanya penyusunan SPPIP sebagai strategi pembangunan permukiman infrastruktur perkotaan yang menunjukkan pelayanan kebutuhan masyarakat dalam kawasan permukiman proritas dapat terinvestasi secara menyeluruh serta dana APBN Ditjen Cipta Karya dapat tersalurkan secara efektif, dan efesien. (ardink_randalsulbar)