Dalam kerangka optimalisasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM Mandiri Perkotaan), dan dengan semakin banyaknya jumlah fasilitator, maka sangat diperlukan sekali untuk diadakan pengembangan kapasitas melalui pelatihan dasar bagi pelaku PNPM Mandiri Perkotaan tahun 201

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/tata1.jpg"></a> Dalam kerangka optimalisasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM Mandiri Perkotaan), dan dengan semakin banyaknya jumlah fasilitator, maka sangat diperlukan sekali untuk diadakan pengembangan kapasitas melalui pelatihan dasar bagi pelaku PNPM Mandiri Perkotaan tahun 2013.</p> <p style="text-align: justify;">Pelatihan Dasar ini diikuti oleh 88 peserta yang diantaranya 51 orang laki-laki dan 37 peserta perempuan. Para peserta adalah fasilitator pendamping yang tersebar dilokasi sasaran PNPM Mandiri Perkotaan di kabupaten/kota wilayah Provinsi Jawa Tengah.</p> <a style="text-align: justify;" href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/tata2.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh hari, dimulai hari Selasa tanggal 3 - 9 September 2013, bertempat di Wisma Bina Dharma, Salatiga. Pembukaan telah dilaksanakan hari Selasa kemarin tanggal 3 September 2013 oleh Bapak Indarto selaku Kepala Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Jawa Tengah.</p> <p style="text-align: justify;">Pelatihan Dasar bagi Pelaku PNPM Mandiri Perkotaan Provinsi Jawa Tengah ini terutama dititikberatkan sebagai proses penyadaran (<i>awareness training</i>) dengan penekanan pada lima hal. Pertama, Re-orientasi sikap dan pola pikir dan pandangan dalam pembangunan, utamanya penanggulangan kemiskinan di perkotaan melalui pembangunan manusia (pemulihan nilai-nilai luhur).</p> <p style="text-align: justify;">Kedua, pengenalan dan pemahaman konsep PNPM Mandiri Perkotaan dan mekanisme kerjanya. Ketiga, pengenalan dan pemahaman dasar-dasar pembangunan yang melibatkan masyarakat sasaran sebagai pelaku utama (subjek) melalui proses pemberdayaan. Keempat, pengenalan dan pemahaman mengenai partisipasi perempuan. Dan kelima, pengenalan dan pemahaman mengenai IPM dan MDGs yang menjadi kerangka kebijakan penanggulangan kemiskinan tingkat nasional.</p> <a style="text-align: justify;" href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/tata3.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Ada lima keluaran yang diharapkan dari kegiatan, ini diantaranya, pertama, pelaku yang mampu menjelaskan kepada semua pihak yang terkait di kelurahan tentang konsep dan metodologi PNPM Mandiri Perkotaan dengan benar dan dipahami oleh masyarakat. Kedua, adanya pelaku yang mengetahui dan memahami pentingnya partisipasi perempuan dalam penanggulangan kemiskinan.</p> <p style="text-align: justify;">Ketiga, adanya Pelaku yang Kelurahan dapat menjelaskan dengan benar tahap-tahapan kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan menuju masayarakat mandiri. Keempat, adanya pelaku yang dapat menjelaskan dengan benar bentuk-bentuk pembangunan partisipasi masyarakat. Kelima, adanya pelaku yang mampu memfasilitasi masyarakat untuk dapat melakukan kemitraan dengan pihak lain, baik dengan pemerintah maupun pihak swasta, sehingga terjadi sinergitas dan kemandirian dalam penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan. (tata_randaljateng)</p>