Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Satker Randal PIP) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan workshop Penyiapan dan Penajaman Program Bidang Cipta Karya. Kegiatan ini dirangkai pula denganPemutakhiran Aplikasi SIPPa Bidang Cipta Karya, di Mataram, Rabu

<p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Satker Randal PIP) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan workshop Penyiapan dan Penajaman Program Bidang Cipta Karya. Kegiatan ini dirangkai pula denganPemutakhiran Aplikasi SIPPa Bidang Cipta Karya, di Mataram, Rabu (10-12/08/2016).</p> <p style="text-align: justify;"></p> Kegiatan workshop dibuka Kepala Dinas PU Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Bidang Cipta Karya, Sadimin. <p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya,Sadimin menekankan bahwa arah pembangunan infrasturktur permukiman tahun 2015-2019, yang dikenal sebagai Gerakan 100-0-100 meliputi tercapainya penyediaan 100% akses air minum aman dan sanitasi layak serta berkurangnya permukiman kumuh sebanyak 0% pada 2019.</p> <p style="text-align: justify;">Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, serta Pemerintah Kabupaten/Kota akan bersama-sama mewujudkan Gerakan 100-0-100 sesuaidengan arahan RPJMN III. Tujuannya tentu saja untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, pemenuhan hunian menuju kota tanpakumuh, dan pengembangan infrastruktur pedesaan, tutur Sadimin.</p> <p style="text-align: justify;">Sadimin berharap agar Provinsi NTB bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota senantiasa meningkatkan kualitas program infrastruktur permukiman. Oleh sebab itu, ketersediaan dokumen RPI2JM harus memenuhi aspek-aspek kelengkapan, kualitassubstansi dan keterpaduan muatan antara daerah/lokasi dengan prioritas Satker.</p> <p style="text-align: justify;">Diharapkan melalui worksop ini dapat memberikan wawasan baru mengenai arah kebijakan Direktorat Jenderal Cipta Karya dan padapenyusunan program serta alternatif potensi sektor pembiayaan Bidang Cipta Karya. Disamping itu, tersosialisasikannya aplikasi SIPPa Versi 2.0 yang merupakan instrumen dalam menyampaikan usulan program beserta kesiapan readiness criteria, harap Sadimin.</p> Sadimin berpesan agar kabupaten/kota memanfaatkan workshop ini untuk membahas dan menyepakati program-program tahun 2018-2022. (///randalntb/ari)