Badan Pengelola Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (BP KAPET) Bandar Aceh Darussalam melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama SKPD di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). FGD dilakukan untuk mengevaluasi kinerja infrastruktur yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang (RTR) dan membahas usulan

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/IMG_5676_resize.jpg"></a>Badan Pengelola Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (BP KAPET) Bandar Aceh Darussalam melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama SKPD di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). FGD dilakukan untuk mengevaluasi kinerja infrastruktur yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang (RTR) dan membahas usulan pengembangan infrastruktur dan penyusunan program yang akurat dalam peningkatan ekonomi dan investasi.</p> <p style="text-align: justify;">FGD dilakukan sejalan dengan pembangunan kawasan industri Aceh yang sedang disiapkan untuk melengkapi persyaratan maupun sarana infrastrukturnya yang berbasis kepada penataan lingkungan hidup yang stategis dan untuk melengkapi rancangan peraturan presiden tentang RTR Kapet Bandar Aceh Darussalam sesuai dengan amanat undang undang no. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkugan hidup.</p> <p style="text-align: justify;">FGD membahas Arahan Penyiapan Ruang Dalam Penyiapan Raperpres KSN KAPET Bandar Aceh Darussalam dilaksanakan pada 12 september 2013 di Aceh oleh BP KAPET Bandar Aceh Darussalam. FGD secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Program Perencanaan dan Evaluasi Dinas Cipta Karya NAD Khalidin yang mewakili Kepala Dinas Cipta Karya NAD.</p> <p style="text-align: justify;">Diperlukan informasi serta dukungan yang akurat dan tepat untuk menghindari kekeliruan dan tumpang tindihnya kebijakan yang akan diambil ke depan. Karena itu perlu koordinasi dengan semua instansi dan dinas terkait diantaranya dengan Dinas Cipta Karya Aceh sebagai dinas yang melaksanakan pembagunan infrastruktur untuk mewujudkan sebuah kawasan industri yang baik, kamta Khalidin.</p> <p style="text-align: justify;">Hal ini dikarenakan kegiatan tersebut terdapat pada sumber Anggaran Dekonsentrasi Kementrian Pekerjaan Umum khususnya pada Ditjen Cipta Karya dan Kementrian Teknis terkait lainnya yang dilaksanakan oleh Dinas Dinas (SKPA) Pemerintah Aceh.</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut dikatakan, Dinas Cipta Karya Aceh sebagai salah satu Dinas Teknis terkait yang secara langsung ikut terlibat dalam pembangunan kawasan industri pada BP Kapet Bandar Aceh Darussalam mempunyai tugas untuk mewujudkan penataan ruang yang baik dalam menata suatu kawasan industri yang strategis dan bertangung jawab dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur pendukung.</p> <p style="text-align: justify;">Infrastruktur yang dimaksud diantaranya adalah Pembangunan Sarana Penyediaan Air Bersih Kws. Industri Peruru, Pemagaran dan Pembuatan Gerbang Lahan Kawasan Industri, Pembangunan Drainase Kawasan Industri, Pembangunan Pusat perkantoran Pengusahaan Kawasan Industri, Pembangunan perumahan peruntukan kawasan industry, Sarana Pergudangan Peruntukan Kawasan Industri, Rencana Tata Ruang Bangunan &amp; Lingkungan Kws Industri Ladong, Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Industri Ladong, Pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah Industri.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan FGD tersebut juga dihadiri oleh utuusan dari Ditjen Tata Ruang yang di wakili oleh Dewi Lestari SImanjuntak, DR. Hariadi, sebagai nara sumber serta DR. Djoko Mulyanto, Heru Supriadi, ST.MT dan Didi Purwoko sebagai moderator. (RandalNAD)</p>