Sebagai salah satu negara anggota PBB, Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals/MDGs). MDGs merupakan komitmen bangsa-bangsa anggota PBB untuk memberantas kemiskinan melalui pencapaian delapan sasaran dan target yang ditetapkan untuk dicap

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/puta1.jpg"></a> Sebagai salah satu negara anggota PBB, Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals/MDGs). MDGs merupakan komitmen bangsa-bangsa anggota PBB untuk memberantas kemiskinan melalui pencapaian delapan sasaran dan target yang ditetapkan untuk dicapai pada tahun 2015 antara lain.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/puta2.jpg"></a>Disamping itu terdapat Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan kepada Kabupaten/Kota untuk pembangunan infrastruktur, khususnya bidang Cipta Karya. Tujuan DAK ini membantu daerah tertentu untuk mendanai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat, dan untuk mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional. Adapun peran dari Kementerian PU sendiri adalah, pertama, mengusulkan kegiatan khusus yang akan didanai oleh DAK Bidang Infrastruktur, yaitu prasarana jalan, prasarana irigasi dan prasarana air minum dan sanitasi.</p> <p style="text-align: justify;">Kedua, menyampaikan kriteria teknis penggunaan DAK sebagai pedoman bagi daerah dalam menyusun rencana kegiatan.Ketiga, melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pemanfaatan dan teknis pelaksanaan kegiatan yang didanai dari DAK. Keempat, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan DAK.</p> <p style="text-align: justify;">Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau yang diwakili oleh Kepala Bidang Permukiman Provinsi Riau ibu Lily Endar Prasasti. Melalui kegiatan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Infrastruktur Permukiman Provinsi Riau dilakukan seleksi prioritas program melalui kegiatan Workshop MDGs dan DAK Program Bidang Cipta Karya TA 2013 yg dilaksanakan pada tanggal 17-18 September 2013 di Riau.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/puta3.jpg"></a>Gambaran pencapaian MDGs di Provinsi Riau, menunjukan bahwa beberapa tujuan MDGs telah dicapai, sebagaian besar dalam kondisi on-track (diperkirakan akan dicapai), sebagaian kecil off-track (perlu perhatian khusus) diantaranya Air Bersih.</p> <p style="text-align: justify;">Workshop menampilkan narasumber antara lain Sihombing Aryananda yang menyampaikan Rencana Tindak Percepatan Pencapaian MDGs Sektor Air Minum, percepatan Pencapaian Target MDGs Bidang Cipta Karya Sektor Sanitasi disampakan oleh Meytri Wilda Ayuantari Kasi Perencanaan, Dit. Pengembangan PLP DJCK. Sementara itu R Dodi Priyono menyampaikan Kebijakan Pembangunan Sarana Perumahan dan Permukiman dan Pencapaian Terget MDGs Bidang Cipta Karya serta Kebijakan Pemantauan DAK Sub Bidang Air MInum dan Sub Bidang Sanitasi. (putra-randalriau)</p>