Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Sulawesi Utara (Randal PIP Sulut) menggelar Workshop Keterpaduan SPPIP, RPKPP, RPIJM dan Memorandum Program Bidang Cipta Karya Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Utara di Manado (25/09). Kegiatan ini dilaksanakan

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/sinta4.jpg"></a> Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Sulawesi Utara (Randal PIP Sulut) menggelar Workshop Keterpaduan SPPIP, RPKPP, RPIJM dan Memorandum Program Bidang Cipta Karya Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Utara di Manado (25/09).</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dilaksanakan guna menyelaraskan dan memadukan rencana aksi dari berbagai kebijakan perencanaan program dan kegiatan pembangunan ke-PU-an bidang Cipta Karya di Provinsi Sulawesi Utara serta tersusunnya dokumen perencanaan yang terpadu antara kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sesuai kebutuhan masyarakat yang mengacu pada RTRW.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulut dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Ir. Max. Oroh, MT. Peserta yang hadir diantaranya dari BAPPEDA, BAPPEKO, Kabag Pembangunan masing-masing Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulut dan Konsultan tenaga ahli dari Satker Randal PIP Sulut. Sebagai narasumber Kasie Perencana dan Kebijakan dari Direktorat Bina Program Yuke Ratnawulan, Kasatker PKPAM Sulut William Walintukan , dan perwakilan dari Satker PBL Sulut Stenly Tangkere.</p> <p style="text-align: justify;">Materi yang disajikan mengenai Keterpaduan Pembangunan bidang Cipta Karya di Provinsi Sulut dimana keterpaduan pembangunan bidang Cipta Karya dilakukan sejak tahap perencanaan, peran keterpaduan SPPIP, RPKPP, RISPAM,SSK,RTBL, dan RPIJM sangat penting sebagai dasar pelaksanaan pembangunan fisik infrastruktur bidang Cipta Karya.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/09/sinta5.jpg"></a>Perlunya penyusunan SPPIP dan RPKPP untuk suatu Kab/Kota perlu mensinergikan software perencanaan Bidang Cipta Karya dan juga perlu melibatkan satker Randal Provinsi dalam rangka keterpaduan seluruh sektor bidang Cipta Karya. Ungkap Yuke.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk TA.2013 dapat dianalisa bahwa keterpaduan antar sektor terkait dengan strategi penataan ruang dan sektoral (RTRW, RDTR, SSK, RISPAM, SPPIP, RKPP, dan RTBL) Ditjen Cipta Karya dalam skala kabupaten/ kota masih sangat minim pada skala entitas kawasan dan entitas lingkungan sehingga sangat diharapkan untuk program/kegiatan TA. 2014 setiap kegiatan yang diusulkan dapat mendukung keterpaduan program Cipta Karya.</p> <p style="text-align: justify;">Para peserta sangat antuasias akan pelaksanaan kegiatan ini terbukti banyak pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan baik kemajuan yang sudah dicapai saat ini ataupun kendala-kendala yang yang dihadapi oleh masing-masing Kab./Kota. Kegiatan ini diakhiri dengan pelaksanaan DESK mengenai pengisian usulan kegiatan kecipta karyaan tahun anggaran 2014 2018 untuk masing- masing kabupaten /kota, mereka juga merespon positif akan kegiatan ini agar</p> <p style="text-align: justify;">Semoga melalui workshop keterpaduan ini setiap sektor dapat menyamakan pemahaman bahwa dokumen Perencanaan Program Bidang Cipta Karya (SPPIP, RPKPP, RPIJM, dan Master Plan Sektoral) yang disusun Multisektoral, sehingga pada masing-masing sektor nantinya akan dengan mudah menyelaraskan rencana aksi dalam percepatan penanganan persoalan permukiman dan pembangunan infrastruktur khususnya Bidang ke Cipta karyaan yang mengacu pada RTRW dan RPJMD serta Renstra SKPD Bidang Cipta Karya masing-masing Kabupaten/Kota, ungkap PPK Randal. (Sinta_randal sulut)</p> <p style="text-align: justify;"></p>