Pada hari Kamis (3/10) Randal Aceh sukses menggelar acara Workshop Keterpaduan SPPIP, RPIJM, RPKPP dan MP. Bertempat di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, acara yang secara resmi dibuka oleh Kasatker Randal NAD, Ir. Khalidin, MT menggantikan Kepala Dinas Cipta Karya Provinsi Aceh yang berhalangan had

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/10/sppip1.jpg"></a>Pada hari Kamis (3/10) Randal Aceh sukses menggelar acara Workshop Keterpaduan SPPIP, RPIJM, RPKPP dan MP. Bertempat di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, acara yang secara resmi dibuka oleh Kasatker Randal NAD, Ir. Khalidin, MT menggantikan Kepala Dinas Cipta Karya Provinsi Aceh yang berhalangan hadir pada saat itu. Workshop yang dihadiri oleh 120 peserta yang terdiri dari bagian Administrasi Pembangunan Setdakab, Dinas PU Kabupaten/Kota, Bappeda Kabupaten/Kota dan Satgas Randal Kabupaten/Kota.</p> <p style="text-align: justify;">Narasumber pada kegiatan workshop ini berasal dari Kasatker masing-masing Sektor bidang Cipta Karya Prov. Aceh, Kasie Rencana Jangka Menengah Subdit Kebijakan Strategis Direktorat Bina Program, Ditjen. Cipta Karya Bernadi Haryawan, ST, MT, dari Subdit Program dan Anggaran, Direktorat Bina Program, Maylinda Permata Sari.</p> <p style="text-align: justify;">Antusiasme peserta untuk dapat hadir pada workshop keterpaduan ini sangat besar, sesuai dengan tujuan awal Workshop yaitu untuk menampung permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh peserta dari Kabupaten/Kota sekaligus juga mempercepat proses penyusunan usulan program/kegiatan sesuai Rencana Strategis Ditjen Cipta Karya 2010-2014 sehingga target/sasaran pembangunan dapat tercapai.</p> <p style="text-align: justify;">Disamping Workshop Keterpaduan ini, Randal Prov. Aceh turut melaksanakan Workshop Sistem Informasi Perencanaan (SIP) bidang Cipta Karya yang dipandu langsung oleh Konsultan Individual Database Randal Prov. Aceh. Workshop SIP bertujuan memberi penjelasan dan pemahaman sekaligus melatih para operator Kabupaten/Kota untuk dapat menggunakan program aplikasi pendataan dokumen &amp; usulan kegiatan RPIJM, MP, DAK, dan MDGs.</p> <a style="text-align: justify;" href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/10/sppip2.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Dalam arahan yang disampaikan oleh Kasatker Randal Aceh saat pembukaan acara, pelaksanaan perencanaan program di bidang infrastruktur permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya melandaskan kepada Rencana Strategi Direktorat Jenderal Cipta Karya 2010-2014 dan RPIJM Kab/Kota Bidang Cipta Karya. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya akan menjalin komitmen dengan 171 Kabupaten/Kota yang termasuk Kawasan Strategis Nasional (KSN) dalam keterpaduan program. Mulai tahun 2014 mendatang, keterpaduan program bidang Cipta Karya difokuskan pada kawasan strategis Kabupaten/Kota. Untuk itu perlu dorongan demi terwujudnya penanganan bidang Cipta Karya secara terpadu oleh semua sektor pada kawasan strategis di Kabupaten/Kota.</p> <p style="text-align: justify;">Pelaksanaan penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) di Kabupaten/Kota merupakan bagian dari pelaksanaan pemanfaatan ruang sesuai dengan PP No. 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruang yang direncanakan khususnya pada bidang permukiman dan kawasan perkotaan.</p> <p style="text-align: justify;">Hasil akhir yang diharapkan dalam pelaksanaan Workshop Keterpaduan SPPIP, RPIJM, RPKPP dan MP adalah meninjau dan menyandingkan indikasi program Perencanaan Bidang Cipta Karya terhadap 3 Dokumen perencanaan yaitu RTRW, SPPIP, RPIJM dan MP Kabupaten/Kota sehingga menghasilkan Keterpaduan program yang sinergi dan terintegrasi berdasarkan entitas berbasiskan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta tersusunnya data program bidang Cipta Karya pada Sistem Informasi Perencanaan (SIP) Bidang Cipta Karya.(<i>DSM/D-RandalAceh</i>)</p>