Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Imam S. Ernawi, hari ini (4/10) meluncurkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Program Hibah Air Minum dan Sanitasi berbasis website. SIM tersebut sebagai media informasi dan pelaporan yang cepat, tepat, dan akurat dari tingkat kabupaten/kota,

<p style="text-align: justify;">Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Imam S. Ernawi, hari ini (4/10) meluncurkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Program Hibah Air Minum dan Sanitasi berbasis website. SIM tersebut sebagai media informasi dan pelaporan yang cepat, tepat, dan akurat dari tingkat kabupaten/kota, propinsi, dan Pusat.</p> <a style="text-align: justify;" href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/10/sim2.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Dalam kultur penyelenggaraan program diperlukan SIM yang sama dan menjadi platform bersama. Data dan informasi harus dapat diakses, paling tidak akan membantu tingkatan manajemen dalam mengambil keputusan, bahkan untuk AusAID sebagai pendonor bisa jadi bahan monitoring sejauh mana efektifitas penyelenggaraan program, terang Imam.</p> <p style="text-align: justify;">Dijelaskan, data mengenai output pelaksanaan Program Hibah Air Minum dan Sanitasi yang ada pada SIM ini diharapkan juga dapat diintegrasikan pada National Water and Sanitation Information System (NAWASIS) yang ada di BAPPENAS untuk melengkapi data capaian sambungan rumah air minum maupun sanitasi yang telah dicapai melalui program hibah ini.</p> <p style="text-align: justify;">Diinformasikan, Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Program Hibah Air Minum dan Sanitasi Tahap II bantuan Pemerintah Australia mendapatkan dukungan untuk pelayanan sektor Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) sampai dengan Tahun 2015 sebesar 190 Juta AUD.</p> <p style="text-align: justify;">Bantuan tersebut, akan digunakan untuk membiayai Program Hibah Air Minum sebesar AUD 90 Juta, Program Hibah Sanitasi (sAIIG) sebesar AUD 40 Juta, Program Hibah Air Limbah sebesar AUD 5 Juta, Pembangunan Sistem Air Limbah terpusat sebesar AUD 30 juta dan Pembangunan sistem penyediaan air minum perdesaan melalui masyarakat (CBO) sebesar AUD 25 Juta, yang akan dilaksanakan di lebih dari 200 Kab/kota di seluruh Indonesia.</p> <a style="text-align: justify;" href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/10/sim3-copy.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Kami meminta para pelaksana program di tingkat kabupaten/kota, baik PDAM maupun SKPD yang terkait, dapat menggunakan SIM ini untuk mendapatkan informasi terkini mengenai pelaksanaan program, pinta Imam.</p> <p style="text-align: justify;">Imam menambahkan, dengan terwujudnya kinerja yang baik dari pelaksanaan program, maka bantuan Pemerintah Australia ini akan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam memajukan kinerja pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi pada khususnya.</p> <p style="text-align: justify;">Penyusunan SIM tersebut sekaligus untuk menjaga kepercayaan Pemerintah Australia dan mempermudah pengendalian pelaksanaan Program Hibah Air Minum dan sanitasi ini.</p> <p style="text-align: justify;">Ketua CPMU Program Hibah Air Minum dan Sanitasi Ditjen Cipta Karya, Chandra Situmorang, menambahkan, untuk lebih meningkatkan kapasitas dan kemampuan penanggung jawab monitoring evaluasi pelaksanaan program pada PDAM atau SKPD terkait akan dilaksanakan pelatihan kepada masing-masing operator secara periodik.</p> <p style="text-align: justify;">Pada kesempatan tersebut Imam S. Ernawi dan para pejabat terkait secara simbolis menyerahkan buku panduan SIM kepada para Direktur PDAM penerima program, diantaranya Dirut PDAM Tirta Musi Palembang Syaiful, Dirut PDAM Kabupaten Boyolali, dan beberapa lainnya. (bcr)</p>