Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan Workshop Pendampingan Penyusunan Analisis Gender dan Gender Budget Statement (GBS) di Lingkungan Ditjen Cipta Karya, Jumat (18/10/2013). Workshop yang dibuka langsung oleh Direktur Bina Program, Antonius Budiono, mengangkat permasalahan Pengarusutaa

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/11/gender3.jpg"></a>Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan Workshop Pendampingan Penyusunan Analisis Gender dan Gender Budget Statement (GBS) di Lingkungan Ditjen Cipta Karya, Jumat (18/10/2013). Workshop yang dibuka langsung oleh Direktur Bina Program, Antonius Budiono, mengangkat permasalahan Pengarusutaaan Gender yang merupakan strategi untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia. Dalam sambutannya dikatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan agar proses pengambilan keputusan atau kebijakan selalu memperhatikan adanya kelompok yang terlibat dan penerima manfaat (kelompok sasaran) yang berbeda. Untuk memperkecil kesenjangan partisipasi dan pemanfaatan hasil pembangunan antara laki-laki dan perempuan maka perlu dilaksanakan Perencanaan dan Penggaran Responsif Gender (PPRG). kata Antonius. Selain itu, pelaksaan kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan pembangunan infrastruktur PU dan Permukiman, khususnya Sub bidang Cipta Karya telah Responsif Gender. Antonius mengatakan, Responsif gender dalam konteks perencanaan pembangunan diimplementasikan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan yang diformulasikan, dikembangkan dan diimplementasikan serta dilakukan monitoring dan evaluasi dengan mempertimbangkan dan tanggap terhadap perbedaan-perbedaan gender yang potensial seperti pebedaan dalam kebutuhan, peran pengalaman dan aspirasi. Guna mencapai tujuan Ditjen Cipta Karya, Bapak Antonius menekankan bahwa masing-masing Direktorat diharapkan dapat melakukan identifikasi kegaiatan yang resposif gender dimasing-masing unit eselon II, minimal satu kegiatan yang akan dituangkan dalam Gender Budgtet Statement (GBS). Selain itu masing masing Direktorat juga diharapkan dapat menyusun analisa gender melalui Gender Analysis Pathway (GAP) sebagai dasar dan indikator untuk memudahkan dalam penyusunan Gender Budget Statement (GBS). Antonius menekankan bahwa dalam melakukan perencanaan penganggaran yang responsif gender secara konsisten harus tetap mengacu pada dikumen Rencana Strategi Ditjen cipta Karya sebagai basis dalam penetapan program dan kegiatan pembangunan infrastruktur PU dan Permukiman di Sub Bidang Cipta Karya. (aca/bcr)