Direktorat Jenderal Cipta Karya berupaya mempertahankan prestasi laporan pemantauan yang pada tahun 2012 sudah dinilai baik oleh Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA). Pelatihan yang intensif untuk meyiapkan kegiatan 2014 dilakukan guna menyiapkan para Satker, Pokja Unit Layanan Pe

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/11/batam2.jpg"></a>Direktorat Jenderal Cipta Karya berupaya mempertahankan prestasi laporan pemantauan yang pada tahun 2012 sudah dinilai baik oleh Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA). Pelatihan yang intensif untuk meyiapkan kegiatan 2014 dilakukan guna menyiapkan para Satker, Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP), dan petugas terkait untuk menyelenggarakan pengadaan barang dan jasa, pemantauan, hingga pengenalan terhadap Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Kegiatan TA 2014 di Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya di Batam (22/10) menghadirkan seluruh Satker dari 12 Provinsi di Wilayah Timur Indonesia. Sosialiasasi serupa akan diadakan di Makassar dan Surabaya dalam waktu dekat ini. Kementerian Pekerjaan Umum mendapatkan pengakuan dari TEPPA sebagai Kementerian yang dapat menyediakan data hasil pembangunan dengan paling lengkap, terperinci dan terkini dibandingkan dengan Kementerian/Lembaga lainnya, ungkap Direktur Bina Program dalam sambutan yang dibacakan oleh Kasubdit Data dan Informasi, Sri Murni Edi K. Dengan sosialisasi tersebut ditargettkan tercapai manfaat sebagai berikut; Pertama, diharapkan peningkatan kemampuan aparat dalam mengoperasikan aplikasi e-monitoring dan e-procurement TA 2014 sesuai ketentuan. Kedua, terwujudnya kesiapan Satker dan Pokja ULP untuk menyajikan laporan dan data pelaksanaan kegiatan yang berkualitas dan berkesinambungan. Ketiga, mendorong tersedianya data awal dalam rangka pemantauan pengendalian. Keempat, meningkatnya pemahaman para Satker dan PPK tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kelima, meningkatnya kemampuan dalam pemanfaatan jaringan dan pengelolaan database bidang Cipta Karya. Pengakuan itu berkat partisipasi dan dukungan par petugas dalam melaksanakan tanggung jawab pelaporan dan pengisian data yang lengkap dan akurat melalui sistem e-Monitoring. Bahkan pada tahun 2013, e-Monitoring Kementerian Pekerjaaan Umum telah diakui sebagai sistem yang telah teruji efektivitasnya, dan secara resmi berganti nama menjadi e-Monitoring Kementerian/Lembaga dan dipakai oleh beberapa Kementerian/Lembaga, ujar Sri Murni. Dalam acara Sosialisasi ini, para petugas e-Monitoring dari masing-masing Satker di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya diharapkan lebih memahami dan semakin terampil dalam proses input maupun verifikasi data e-Monitoring untuk menghasilkan data yang valid sebagai dasar pengambilan keputusan pimpinan. (bcr)