Kementerian Pekerjaan Umum memfasilitasi penandatanganan kerjasama program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam (Persero) Tbk, untuk penyediaan infrastruktur bidang Cipta Karya di Kabupaten Muara Enim. Penandatanganan dilakukan di Muara Enim, Rabu (6/11). Perjanjian kerjasama multi

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/11/csr21.jpg"></a>Kementerian Pekerjaan Umum memfasilitasi penandatanganan kerjasama program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam (Persero) Tbk, untuk penyediaan infrastruktur bidang Cipta Karya di Kabupaten Muara Enim. Penandatanganan dilakukan di Muara Enim, Rabu (6/11). Perjanjian kerjasama multipihak ini ditandatangani oleh Maizal Gajali selaku Direktur SDM dan Umum PT Bukt Asam, Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, Ketua Umum Corporate Forum for Community Development (CFCD) Suwandi, dan Direktur Bina Program Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU yang diwakili oleh Kasubdit Kerjasama Luar Negeri Dwityo A. Soeranto. Dalam paparannya Dwityo mengungkapkan komitmen tersebut memperkuat kerjasama antara PT Bukit Asam dan Kabupaten Muara Enim yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Dia mengharapkan kerjasama tersebut dapat lebih terpadu dan berkesinambungan. Ditjen Cipta Karya telah memiliki pedoman kerjasama multipihak dalam pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya di kabupaten/kota. Selain memiliki pedoman, petunjuk, serta standard teknis, kami juga memiliki satuan kerja di provinsi yang siap memberikan bimbingan dan fasilitasi teknis, sehingga infrastruktur yang dibangun dapat dipertanggungjawabkan secara teknis, tutur Dwityo. Dalam pelaksanaannya, kerjasama bidang Cipta Karya tersebut akan mengacu pada dokumen Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) yang bersifat multi tahun, multi sektor, dan multi pembiayaan. Sebelum PT Bukit Asam, Ditjen Cipta Karya juga telah memfasilitasi kerjasama serupa dengan PT Adaro Indonesia di Kalimantan Selatan, PT Pertamina di NTT, PT Berau Coal di Kalimantan Timur, dan beberapa perusahaan yang tergabung dalam CFCD. Selain penandatanganan juga diadakan Rapat Koordinasi Forum CSR-PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) yang dibuka oleh Bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar. Muzakir mengatakan, disamping sebagai tuntutan sebagai perusahaan, CSR akan menjadi investasi sosial jangka panjang yang berguna, baik untuk meningkatkan citra perusahaan di mata publik dan investor maupun sebagai strategi bisnis dan pengendalian resiko sosial (Social Risk Management) perusahaan. (Rizky-Randal Sumsel/bcr)