Kegiatan bidang Cipta Karya yang bersumber dari APBN yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2013 mulai dievaluasi. Salah satu yang menonjol misalnya upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sanitasi dan air minum. Kepala Satuan Kerja (Satker) Peren

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/11/eat11.jpg"></a> Kegiatan bidang Cipta Karya yang bersumber dari APBN yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2013 mulai dievaluasi. Salah satu yang menonjol misalnya upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sanitasi dan air minum.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Jawa Tengah, Prihastoto, mengungkapkan hal tersebut pada Workshop Evaluasi Akhir Tahun di Semarang, 26-27 November 2013. Workshop ini diikuti oleh Dinas PU, Satker PIP dan Bappeda di 35 Kab/Kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah serta Satker sektoral Provinsi.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/11/eat2.jpg"></a>Kegiatan ini dilaksanakan sebagai proses evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2013 serta memperoleh lesson learned dalam upaya memperlancar pelaksanaan kegiatan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan TA 2013, ungkap Prihastoto.</p> <p style="text-align: justify;">Narasumber dari Direktorat Bina Program yang diwakili oleh Koordinator Evaluasi Wilayah Jawa, Ratih Fitriani, menyampaikan beberapa kesimpulan kegiatan Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) di Jawa Tengah diantaranya meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Air Limbah, Persampahan, Sanitasi dan Drainase.</p> <p style="text-align: justify;">Pembangunan pengolahan air limbah on site kesulitan dalam pelaksanaan evaluasi karena dikelola oleh koperasi yang dibentuk oleh pengembang perumahan, sehingga kegiatan harus dilaksanakan dengan tinjauan ke lapangan, Ratih menjelaskan.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, pembangunan air limbah off site juga belum dimanfaatkan secara optimal karena sistem air limbah terpusat ini perlu disusun Perda tarif lebih dahulu.</p> <p style="text-align: justify;">Di bidang persampahan, pembangunan infrastruktur Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) juga belum dimanfaatkan optimal karena proses pengelolaan sampah masih banyak menggunakan sistem <i>open dumping</i>, belum <i>sanitary landfill</i>.</p> <p style="text-align: justify;">Ratih juga mengemukakan tentang pengukuran kinerja dari sektor air minum yang memiliki nilai terendah. Capaian ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya kesulitan pendataan yang bersumber dari PDAM dan belum beroperasinya sistem air minum yang dibangun.</p> <p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/11/eat3.jpg"></a>Untuk Rusunawa yang belum termanfaatkan disebabkan statusnya belum atau masih proses serah terima aset. Kelengkapan infrastruktur pendukung juga masih dalam proses pembangunan dan masih proses pendaftaran dan seleksi penghuni.</p> <p style="text-align: justify;">Dari seluruh hasil analisis kebermanfaatan infrastruktur Cipta Karya terbangun, masih perlu dilakukan pengumpulan data primer untuk mendukung validitas data, kata Ratih.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dilanjutkan dengan desk oleh Satker sektoral dan kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Tujuan dilaksanakannya workshop ini adalah untuk mengetahui Capaian Kinerja dan Menganaslisa Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya Tahun Anggaran 2013.</p> <p style="text-align: justify;">Sasaran yang ingin dicapai diantaranya teridentifikasinya capaian pembangunan Bidang Cipta Karya kabupaten/kota se-Jawa Tengah dan pemantauan tingkat kemajuan pelaksanaan kegiatan dibandingkan dengan rencana yang telah ditentukan dalam tahap pelaksanaan. (tata-randal jateng/bcr)</p>