Dalam rangka melaksanakan evaluasi kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Bangka Belitung melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Infrastruktur Provinsi Bangka Belitung melaksanakan workshop Evaluasi Akhir Tahun 2013 Bidang Cipta Karya.

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2013/12/foto-1.jpg"></a>Dalam rangka melaksanakan evaluasi kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Bangka Belitung melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Infrastruktur Provinsi Bangka Belitung melaksanakan workshop Evaluasi Akhir Tahun 2013 Bidang Cipta Karya. Workshop yang diselenggarakan selama 2 hari, 28 29 November 2013 bertempat di Bumi Asih Pangkalpinang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bangka Belitung, Ir. Sarjulianto, Dipl, SE dan dihadiri oleh Satker Sektoral Bidang Cipta Karya Provinsi Bangka Belitung, Satker PIP Kabupaten/Kota, Dinas PU Provinsi dan Kabupaten/Kota dan Bappeda Provinsi dan Kabupaten/Kota. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sarjulianto dalam sambutannya menyampaikan pembangunan Bidang Cipta Karya merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur, yang pada dasarnya untuk mencapai 3 tujuan strategis, yaitu meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan pertumbuhan ekonomi kota dan desa dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Kepada pemerintah kabupaten/kota dapat memahami indikator kunci evaluasi kinerja bidang cipta karya yang terdiri dari kesesuaian, keberfungsian, keberlanjutan dan kepuasan masyarakat, ujar Sarju. Evaluasi kinerja ini dapat mengukur pelaksanaan evaluasi sehingga dapat diketahui sejauhmana kebermanfaatan dari setiap output yang telah terbangun, ungkap Sarju. Hadir sebagai narasumber dari Ditjen Cipta Karya, Sumadi, ST, Subdit Evaluasi Kinerja Direktorat Bina Program. Sumadi menyampaikan kesimpulan dari hasil evaluasi kebermanfaatan kegiatan Bidang Cipta Karya di Provinsi Bangka Belitung yaitu nilai kebermanfaatan cukup ada pada kegiatan sektor Penataan Bangunan dan Lingkungan karena hasil kegiatan yang ada berfungsi sesuai dengan dokumen dan perencanaan. Untuk Sektor Pengembangan Permukiman nilai kebermanfaatan terendah karena banyak data yang belum terisi sehingga analisis hanya dilakukan pada kegiatan yang ada datanya. Sektor Penyehatan Lingkungan Permukiman sangat tinggi karena hasil kegiatan yang ada berfungsi, sesuai dengan dokumen perencanaan serta ada dana pemeliharaan dari pemerintah daerah. Sedangkan untuk kegiatan Sektor Air Minum dinilai sedang karena banyak data yang belum terisi sehingga analisis kebermanfaatan hanya dilakukan pada kegiatan yang ada datanya. Kegiatan selanjutnya diisi dengan paparan dari Satker Sektoral Provinsi Bangka Belitung dan paparan Kosultan Individual Satker Randal Provinsi Bangka Belitung. (lena &amp; ervin randal babel)