Dalam rangka evaluasi pelaksanaan kegiatan Bidang Cipta Karya pada semester 1 Tahun 2016, Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Jawa Timur mengadakan WorkshopKonsolidasi Data Semester I, di Tretes, KabupatenPasuruan Selasa (09/08/2016).

<p style="text-align: justify;">Dalam rangka evaluasi pelaksanaan kegiatan Bidang Cipta Karya pada semester 1 Tahun 2016, Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Jawa Timur mengadakan WorkshopKonsolidasi Data Semester I, di Tretes, KabupatenPasuruan Selasa (09/08/2016). Tujuan dari kegiatan ini adalah konsolidasi data Bidang CiptaKarya secara menyeluruhbaik terhadap progres keuangan dan fisik maupun pada proses pelaporan yang baik.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, Gentur Prihantono, menjelaskanpentingnya evaluasiakan memberikan gambaran dan menjadi pemacu untuk memperbaiki atau menentukan langkah-langkah strategis agar tujuan dari pembangunan dapat sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.</p> <p style="text-align: justify;">Anggaran APBN yang cukup besar di Jawa Timur yaitu pada tahun 2016 ini anggaran APBN Reguler yang dialokasikan sebesar Rp600 Miliar, DAK SanitasiRp80 Miliar, dan DAK Air MinumRp.147 Miliar.Jumlah ini bukanlah jumlah yang sedikit sehingga memerlukan kecermatan dan totalitas dalam pelaksanaannya, kata Gentur.</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Gentur menegaskan selain upaya peningkatan efektifitas pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2016 maka pada kesempatan ini, kita dituntut untuk lebih meningkatan kinerja pelaporan dan kualitas perencanaan sehingga usulan-usulan dari kabupaten/kota benar-benar sesuai kebutuhan dan efektif.</p> <p style="text-align: justify;">Gentur berharap, semua pihak dapat melakukan percepatan progres penyerapan, sehingga di akhir Tahun Anggaran 2016 dapat memenuhi target yang direncanakan.Selain itu perlu adanya rutinitas koordinasiantaraSatgas RPIJM Kabupaten/Kota dengan Satker Randal Provinsi dan Satker Sektoral Provinsi serta pemerintah pusat.</p> <p style="text-align: justify;">Workshop ini diikuti oleh Satker APBN di lingkungan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan instansi lainnya dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, serta tenaga ahli konsultan individual.(bap/randaljatim/ari)</p>