Satker Perencanaan dan Pengendalian ProgramInfrastrukturPermukiman Bidang Cipta KaryaProvinsiKalimantanBaratmelaksanakan evaluasikegiatan tengah tahun, dalam mendukung gerakan 100-0-100yaitu100%akses air minum, 0%permukiman kumuh, dan 100%akses sanitasi. Hal ini diungkapkan,Kasubdit P

<p style="text-align: justify;">Satker Perencanaan dan Pengendalian ProgramInfrastrukturPermukiman Bidang Cipta KaryaProvinsiKalimantanBaratmelaksanakan evaluasikegiatan tengah tahun, dalam mendukung gerakan 100-0-100yaitu100%akses air minum, 0%permukiman kumuh, dan 100%akses sanitasi.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Hal ini diungkapkan,Kasubdit Pengembangan Permukiman Bidang Cipta Karya, yang diwakili olehKepala Seksi Pengembangan Pemukiman Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan UmumProvinsiKalimantan Barat,Muhammad Yusuf BE, saat membuka Workshop Evaluasi Tengah Tahun dan FGD Rencana Aksi Daerah 100-0-100 Provinsi Kalbar, Selasa (27/9/2016) diPontianak.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut Yusuf, hingga September ini progres pembangunan di 14 kabupaten/kota di ProvinsiKalimantanBarat,Bidang Cipta Karya baru mencapai 57%dari target 60%yang direncanakan. Dari hasil laporan ini, kami melakukan workshop dengan harapan kita dapat mengevaluasi kinerja serta kendala yang dihadapi di 14 Kabupaten/Kota seluruhKalbar, ujar Yusuf.</p> <p style="text-align: justify;">Yusufjuga mengungkapkan, jajaranya fokus memprioritaskan pada lima sektor pembangunan, diantaranya pembangunan pemukiman, penyedian infrastrukturair bersih, drainase, persampahan serta penataan pemukiman kumuh. Kita berharap melalui workshop ini, kelima sektor bisa segera mencapai target pengerjaaan dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Kalbar,terangnya.</p> <p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Yusuf juga menambahkan, meskipun terjadi efisiensi anggaran pembangunan bidang Cipta Karya, namun pihaknya berkeyakinan progres pembangunan pada lima sektor dapat terselesaikan dengan baik.(raymond/ms/RandalKalbar/ari)</p>