Dalam rangka mengkoordinasikan percepatan pencapaian SPM (Standar Pelayanan Minimal) bidang Cipta Karya pada tahun 2019 dan mendalami persiapan usulan DAK (Dana Alokasi Khusus) bidang air minum dan bidang sanitasi tahun 2016 Provinsi Jawa Timur, Satuan Kerja Perencanaan dan pengendalian Program In

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/08/jatim-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Dalam rangka mengkoordinasikan percepatan pencapaian SPM (Standar Pelayanan Minimal) bidang Cipta Karya pada tahun 2019 dan mendalami persiapan usulan DAK (Dana Alokasi Khusus) bidang air minum dan bidang sanitasi tahun 2016 Provinsi Jawa Timur, Satuan Kerja Perencanaan dan pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Workshop SPM dan DAK Tahun Anggaran 2015, di Kota Batu, Pekan lalu.</p> <p style="text-align: justify;">Workshop SPM dan DAK kali ini diikuti oleh Dinas PU Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Keterlibatan dari beberapa instansi tersebut dalam workshop diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menyusun langkah-langkah percepatan, sharing program dana anggaran maupun dukungan-dukungan kebijakan di daerah agar penanganan bidang Air Minum, Persampahan, Limbah, penataan bangunan, dan Permukiman Kumuh dapat berjalan dengan baik dan mampu mendorong percepatan pencapaian target SPM bidang cipta karya di Provinsi Jawa Timur.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam pembukaan workshop, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, Gentur Prihantono menyampaikan pembangunan keciptakaryaan ke depan akan mengalami banyak sekali tantangan dan sorotan dari masyarakat sebab tingginya target RPJMN 2015-2019 maupun dituntutnya minimal SPM bidang Cipta Karya di daerah dapat terpenuhi secara bertahap sampai tahun 2019 walaupun ketersediaan anggaran terbatas. Oleh sebab itu mulai dari proses perencanaan, kemudian pelaksaaan dan evaluasi harus dilakukan secara matang dan menyasar wilayah atau kawasan yang memang rawan dalam pelayanan dasar keciptakaryaan.</p> <p style="text-align: justify;">"Jawa Timur sebagai provinsi yang mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi tentu membutuhkan peningkatan pelayanan air minum, sanitasi, dan penanganan kawasan kumuh secara lebih massif," tutur Gentur.</p> <p style="text-align: justify;">Workshop SPM dan DAK kali ini juga menghadirkan narasumber lain seperti Kasatker Randal Jawa Timur, dan Kasatker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Provinsi Jawa Timur yang fokus dalam materi capaian SPM di Jawa Timur dan penyiapan usulan DAK bidang air minum dan sanitasi tahun 2016. Setelah dilakukan penyampaian materi panel dilakukan desk yaitu desk bidang air minum, desk bidang sanitasi, desk bidang bangkim dan desk bidang PBL serta desk DAK yang diikuti oleh semua peserta dari kabupaten/kota. (eko_febrianto/Randal Jatim/ari)</p>