Dalam rangka penguatan kelembagaan dalam program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Satker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi (PAMS) Bidang Cipta Karya Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan penyelenggaraan kegiatan Pelatihan KSM, Tukang, dan Mandor Sanimas tahun 2015 Provinsi Kalimantan Sel

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/08/kalsel-pams.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Dalam rangka penguatan kelembagaan dalam program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Satker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi (PAMS) Bidang Cipta Karya Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan penyelenggaraan kegiatan Pelatihan KSM, Tukang, dan Mandor Sanimas tahun 2015 Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu (29-31/07/ 2015).</p> <p style="text-align: justify;">Mewakili Kasatker PAMS, Setia Dinnoor PPK Air Limbah Satuan Kerja Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Provinsi Kalsel mengatakan, dari data yang ada di Provinsi Kalsel masyarakat yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih cukup besar yaitu 30%. Sanimas sebagai gagasan pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sarana dan prasarana sanitasi dalam rangka menghadapi hal tersebut. Dengan berbagai aplikasi prasarana dan sarana dapat diterapkan, yaitu IPAL komunal dan MCK+. Sehingga perilaku BABS tersebut dapat ditekan ungkap Setia.</p> <p style="text-align: justify;">Setia berharap setelah pelatihan ini pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dasar pengelolaan air limbah domestik dan peraturan pemerintah tentang air limbah domestik diserap oleh KSM. Terutama Seksi Pembangunan, mandor dan tukang sebagai pelaksana pekerjaan fisik mampu memahami spesifikasi teknis, membaca gambar teknis dan mengaplikasikan pekerjaan fisik dari <i>detail engineering design</i>, maupun rencana anggaran biaya yang dibuat sendiri atau dari konsultan pendamping. Sehingga tugas pokok KSM sebagai wadah masyarakat penerima manfaat Sanimas KSM sebagai pengelola kegiatan diharapkan dapat melakukan transparansi dan akuntabel dalam mengelola anggaran dan administrasi serta menjalankan fungsinya sebagai perintis lapangan/fasilitator sebagai Pelaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).</p> <p style="text-align: justify;">Peserta kegiatan adalah anggota KSM Sanimas yang terdiri dari ketua dan bendahara, serta tukang/mandor pelaksana pembangunan fisik Sanimas di tiap lokasi di 13 kabupaten/kota di Kalsel yang berjumlah 48 orang. (Randal Kalsel/ari)</p> <p style="text-align: justify;"></p> &nbsp; &nbsp;