Satuan Kerja (Satker) Air Minum dan Sanitasi melaksanakan Pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), Dana Alokasi Khusus Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (DAK SLBM) di Ambon, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Ismail Usemahu, dan di

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/08/maluku-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja (Satker) Air Minum dan Sanitasi melaksanakan Pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), Dana Alokasi Khusus Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (DAK SLBM) di Ambon, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Ismail Usemahu, dan diikuti oleh 22 peserta dari kabupaten/kota se-Provinsi Maluku. Narasumber yang hadir berasal dari Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP), Ditjen Cipta Karya dan lembaga swasta terkait pelaksanaan DAK SLBM.</p> <p style="text-align: justify;">"Mengingat keterbatasan kemampuan yang dimiliki pemerintah, baik pusat maupun daerah, diperlukan upaya-upaya terobosan yang bersifat merubah paradigma dalam pengembangan sanitasi lingkungan," kata Ismail.</p> <p style="text-align: justify;">Ismail menyatakan, TFL baik teknik maupun pemberdayaan merupakan ujung tombak pelaksanaan DAK SLBM. Melaluipelatihan ini diharapkan dapat menciptakan TFL yang handal, kompeten, dan terlatih agar dapat berperan dalam meningkatkan akses terhadap prasarana air limbah yang layak, melalui penyediaan prasarana pengolahan air limbah komunal oleh masyarakat, sertapengurangan timbulan sampah dan volume sampah yang akan masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) melalui penerapan 3R.</p> <p style="text-align: justify;">"Beberapa upaya pengembangan sanitasi lingkungan berskala komunitas, dapat dilakukan melalui pendekatan berbasis masyarakat.Hal ini ditujukan untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan, melalui penekanan perubahan perilaku dan pola hidup masyarakat untuk dapat lebih bersih dan sehat dengan melibatkan masyarakat secara utuh sejak tahap perencanaan, pelaksanaan pembangunan sampai dengan pengelolaan sarana untuk menciptakan lingkungan permukiman yang sehat," tutup Ismail. (Randal Maluku/ari)</p> <p style="text-align: justify;"></p>