Dinas Pekerjaan Umum Bidang Cipta Karya, melalui Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Kalimantan Barat, melaksanakan Workshop Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), di Pontianak, Kamis (13/08/2015). Kegiat

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/08/kalbar-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Dinas Pekerjaan Umum Bidang Cipta Karya, melalui Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Kalimantan Barat, melaksanakan Workshop Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), di Pontianak, Kamis (13/08/2015). Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari instansi terkait bidang cipta karya di kabupaten/kota, dipimpin dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat, Jakius Sinyor.</p> <p style="text-align: justify;">Pelaksanaan kegiatan ini ditujukan kepada operator aplikasi DAK kabupaten/kota terkait proses <i>input </i>data progress keuangan dan kegiatan. Sementara untuk SPM ditujukan dalam hal capaian gerakan 100-0-100 bidang air minum, kumuh, dan sanitasi sebagai standar pelayanan minimal.</p> <p style="text-align: justify;">Jakius mengatakan, DAK merupakan dana dari APBN yang kemudian dialokasikan ke kabupaten/kota untuk pelaksanaan kegiatan khusus, dimana, kebutuhan sarana dan prasarana difokuskan untuk mendorong percepatan pembangunan.</p> <p style="text-align: justify;">"Untuk itu, kabupaten/kota harus lebih merespon hal ini. Terutama menyangkut penyerapan dana tersebut. Saya berharap kegiatan workshop ini dapat diikuti dengan baik. Semua peserta yang hadir nantinya diharapkan dapat berkoordinasi dengan baik pula. Agar pencapaian target standar minimal dan penyerapan dana alokasi khusus bisa terlaksana sesuai jadwal dan rencana, pungkasnya. <i>(raymond, randal kalbar/ari)</i></p> <p style="text-align: justify;"></p>