Dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas standar pelayanan minimalbidang cipta karya,Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Bengkulu melaksanakan Workshop Standar Pelayanan Minimum (SP

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/08/bengkulu-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas standar pelayanan minimalbidang cipta karya,Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Bengkulu melaksanakan Workshop Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2015,Selasa(25-26/8/2015), diBengkulu.</p> <p style="text-align: justify;">SPM Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DaerahKabupaten/Kotamerupakanketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar bidang pekerjaan umum dan penataan ruang yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal.Salah satu sumber pendanaan yang dikelola pemerintahan daerah adalah DAK,dalam hal iniyaituDAK bidang airminum dansanitasiyang dapat diarahkan untuk mendukung tercapainya target SPM pada tahun 2019.</p> <p style="text-align: justify;">Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu, H. Andi Roslinyah,dengannarasumberdari Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman,William A. Sianipar, serta Satker sektoral bidang cipta karya di Provinsi Bengkulu, denganpesertadari Dinas Pekerjaan Umumkabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.</p> <p style="text-align: justify;">Untukmendorong pemerintah daerah agar dapat melaksanakan pembangunan prasarana dan sarana khususnya bidang cipta karya melalui proses yang terpadu/terintegrasi, partisipatif, dan terkendali sangat diperlukan adanya koordinasi dan konsolidasi yang baik, tutur Andi.</p> <p style="text-align: justify;">Andimengungkapkan,tujuan pelaksanaanworkshopdiantaranyamenyamakanpersepsi terkait SPM, termasuk penilaian indikator pencapaian targetnya, mengkaji ulang pencapaian target SPM hingga tahun 2015, memperkuat komitmen dan peran serta daerah dalam mendukung pencapaian target SPM hingga tahun 2019. Selain itu, workshop ini juga bertujuan menyampaikan arahan dan kebijakan DAK bidang air minum dan sanitasi, mengumpulkan data pelaporan progres DAK tahun 2014, serta mengkaji ulang dan menyusun kegiatan DAK tahun2016.(Tri Lidya/ari)</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p>