Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Maluku melaksanakan Workshop Penyiapan dan Penajaman Program Cipta Karya 2015-2019, di Ambon, Rabu (26/08/2015), selama 3 hari. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisi

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/08/ambon-workshop-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Maluku melaksanakan Workshop Penyiapan dan Penajaman Program Cipta Karya 2015-2019, di Ambon, Rabu (26/08/2015), selama 3 hari.</p> <p style="text-align: justify;">Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program binfrastruktur permukimanagar mendapatkan hasil yang tepat sasaran, tepat waktu, berfungsi optimal dan bermanfaat maksimal bagi masyarakat.Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku yang diwakili oleh Sekretaris Dinas PU, M.Sapthu.</p> <p style="text-align: justify;">Sapthu mengatakan, Direktorat Jendral Cipta Karya telah menyusun dan menetapkan sasaran program yang akan dicapai periode 2015-2019, yaitu permukiman berkelanjutan 100-0-100. Namun dalam rangka memenuhi dan mencapai target tersebut dibutuhkan kerjasama berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, swasta dan masyarakat, serta komitmen daerah untuk berperan responsif, kreatif, dan inovatif dalam memajukan daerahnya.</p> <p style="text-align: justify;">"Dalam kegiatan ini Randal juga memberikan pelatihan kepada petugas operator SIPPa yang telah ditunjuk oleh instansi untuk mewakili setiap kabupaten/kota. Para petugas operator yang telah mendapatkan pelatihan mengenai SIPPa diharapkan ketika sudah kembali ke daerahnya masing-masing dapat melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik," kata Sapthu.</p> <p style="text-align: justify;">Sapthu berharap program dan kegiatan yang telah disusun dapat berjalan dengan baik, melalui perencanaan yang rasional dan inklusif. "Keterpaduan pembangunan bidang cipta karya dapat terwujud dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, kelembagaan, dan kemampuan keuangan di daerah," tutup Sapthu.(randal ambon/ari)</p> <p style="text-align: justify;"></p>