Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menyusun dan menetapkan sasaran program yang dicapai selama periode tahun 2015-2019, yaitu permukiman berkelanjutan 100-0-100. Untuk mencapai sasaran tersebut, Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengendalian (Randal) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Wo

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/09/jateng-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menyusun dan menetapkan sasaran program yang dicapai selama periode tahun 2015-2019, yaitu permukiman berkelanjutan 100-0-100. Untuk mencapai sasaran tersebut, Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengendalian (Randal) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Workshop Penyiapan dan Penajaman Program Cipta Karya Provinsi Tahun 2016 2019 selama 3 hari di Solo, dimulai hariRabu (26-28/08/2015).Workshop dibuka oleh Kepala Bidang Tata Bangunan dan Lingkungan, Ronto Dumadi,yang mewakili Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Ronto menyampaikan tujuankegiatan ini adalahuntuk menyamakan persepsi dalamperencanaan dan penganggaran program-program Ditjen Cipta Karya dalam mendukung universal akses 100-0-100 di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk memantapkan pemahaman tentang pengisian usulan Rencana Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) kabupaten/kota dengan benar, akurat, dan akuntabel, serta meningkatkan efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pembangunan di daerah.</p> <p style="text-align: justify;">Melalui workshop ini, diharapkan dapat mendukung pencapaian sasaran pembangunan infrastruktur permukiman dengan mewujudkan hasil pembangunan yang lebih optimal melalui perencanaan pembangunan infrastruktur terpadu, mengevaluasi kesiapan kabupaten/kota untuk menyusun usulan kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman, meningkatkan kualitas usulan kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman yang mengedepankan keterpaduan program berbasis penataan ruang.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan itu Ronto juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, karena memiliki komitmen yang besar terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur permukiman. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya tingkat pemenuhan Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB) Kabupaten/Kota.Ronto berharap agar komitmen tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan mengingat alokasi dana APBN Bidang Cipta Karya yang sangat besar di tahun 2015 ini yaitu sebesar Rp.865 milyar lebih. "Dana APBN yang cukup besar ini semoga dapat ditangkap oleh pemerintah kabupaten/kota untuk mendukung visi Provinsi Jawa Tengah yaitu Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari, melalui pemerataan pembangunan di daerahnya masing-masing," tutup Ronto.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dihadiri 100 peserta yangterdiri dariKepala Bappeda kabupaten/kota dan Kepala Dinas PU kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah.(Tata_AYS/ari)</p>