Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) merupakan program kolaboratif antara pemerintah kabupaten/kota dengan komunitas hijau yang didukung pemerintah provinsi dan difasilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui bimbingan teknis dan mekanisme insentif (stimulan), u

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/09/sulsel-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) merupakan program kolaboratif antara pemerintah kabupaten/kota dengan komunitas hijau yang didukung pemerintah provinsi dan difasilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui bimbingan teknis dan mekanisme insentif (stimulan), untuk mendorong pencapaian luasan RTH perkotaan sebesar 30% sesuai dengan Undang-Undang nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang.</p> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan (PKPPB) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Rapat Koordinasi bersama SKPD kabupaten/kota di gedung PIP2B, Makassar, Selasa (01/09/2015). Tujuan dilaksanakannya rapat ini yaitu untuk membahas program pengembangan kota hijau di Makassar.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Satuan Kerja Penataan Bangunan yang diwakili oleh PPK Penataan Bangunan, Nurdin Mone menjelaskan, salah satu persyaratan peserta P2KH adalah harus memiliki Perda RTRW kabupaten/kota yang sudah disahkan sesuai UU Penataan Ruang, kepemimpinan daerah yang kuat dan visioner, komitmen walikota/bupati, kesediaan dan kesiapan untuk alokasi APBD mendukung P2KH, performance-based untuk roll-over program tahun berikutnya, prioritas penanganan pada kabupaten/kota pembentuk sistem perkotaan nasional, KSN, PKN, PKSN dan PKW serta (termasuk dalam lingkup koridor MP3EI).</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan Festival Kota Hijau sebagai rangkaian dari kegiatan P2KH yang merupakan Festival Hijau dan Aksi Komunitas Festival Hijau. "Kegiatan ini untuk membangkitkan minat masyarakat terhadap fungsi RTH yaitu sebagai paru-paru kota yang harus dilestarikan, sebagai ruang interaksi sosial masyarakat dan sebagai ruang atau wadah ekpresi kesenian kelompok masyarakat. Aksi komunitas ini diupayakan sebagai forum komunitas hijau untuk membangun kesadaran warga terhadap atribut-atribut kota hijau melalui rangkaian kegiatan sebagai suatu bentuk nyata," kata Nurdin.</p> <p style="text-align: justify;">"Diharapkan kegiatan ini dapat menggalang dukungan dari pihak lain, baik pemerintah, bisnis, atau kelompok masyarakat," tutur Nurdin. (jamal randal sulsel/ari)</p> <p style="text-align: justify;"></p>