Ditjen Cipta Karya telah mengalokasikan anggaran tahun 2015 untuk kegiatan IKK Water Supply Program And Small Scale Water Treatment Plant For Water Scarcity Area melalui pinjaman Pemerintah Hongaria sebesar Rp. 170 Miliar dari total rencana alokasi pinjaman sebesar Rp. 1,3 Triliun. Kegiatan terseb

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/09/workshop-ikk-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Ditjen Cipta Karya telah mengalokasikan anggaran tahun 2015 untuk kegiatan IKK <i>Water Supply Program And Small Scale Water Treatment Plant For Water Scarcity Area</i> melalui pinjaman Pemerintah Hongaria sebesar Rp. 170 Miliar dari total rencana alokasi pinjaman sebesar Rp. 1,3 Triliun. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum IKK (SPAM IKK) di 34 lokasi IKK dengan kapasitas 20-40 liter per detik yang rencananya akan dibiayai melalui pinjaman luar negeri Pemerintah Hongaria sebesar USD 50 Juta.</p> <p style="text-align: justify;">Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Dwityo A. Soeranto dalam workshop Penyiapan Pelaksanaan IKK <i>Water Supply Program And Small Scale Water Treatment Plant For Water Scarcity Area</i> Melalui Pinjaman Pemerintah Hongaria, di Jakarta, Rabu (09/09/2015). " Sehingga diperlukan kepastian kesiapan pelaksaan yang meliputi perjanjian kerjasama, legalisasi terhadap kesiapan lahan, dan alokasi dana pendampingan dari Pemda Kabupaten/Kota pada tahun 2016," kata Dwityo.</p> <p style="text-align: justify;">Rencana Strategis (Renstra) Ditjen Cipta Karya tahun 2015-2019 telah disusun ke dalam program-program prioritas yang mendorong peran pemerintah daerah dalam mencapai target RPJMN 2015-2019 yaitu mewujudkan akses pelayanan air minum 100%, pengurangan kawasan kumuh hingga 0%, dan akses pelayanan sanitasi 100%. Adapun pendekatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya diarahkan pada 3 pendekatan utama yaitu, pembangunan sistem skala regional, kabupaten/kota dan kawasan (Entitas), fasilitasi Pemerintah Daerah dalam kemandirian pembangunan infrastruktur dab pemberdayaan masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;">"Pendekatan tersebut dilakukan untuk mendorong keterpaduan berbagai program yang dilakukan Ditjen Cipta Karya menuju keberlanjutan dan keseimbangan pembangunan infrastruktur permukiman di perkotaan dan perdesaan, baik dalam basis regional, kabupaten/kota, kawasan, maupun lingkungan," tutur Dwityo.</p> <p style="text-align: justify;">Dwityo mengungkapkan dalam upaya memenuhi target capaian nasional Bidang Cipta Karya tersebut, khususnya Sektor Air Minum, dibutuhkan pendanaan yang cukup besar, yaitu sebesar Rp. 274,8 Triliun. Sudah tentu pemenuhan pendanaan ini melalui kerjasama yang harmonis antara pemerintah daerah serta masyarakat. Selain itu, perlu adanya alternatif sumber pendanaan lainnya untuk membiayai kegiatan Bidang Cipta Karya. (ari)</p>