Penyelarasan usulan program agar tidak terjadi tumpang tindih antara program pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Selain itu, koordinasi ini dilaksanakan karena terdapat tambahan usulan program dari kabupaten/kota. Kepala Satuan Kerja Randal PIP Provinsi Banten, Yulizar mengatakan, koordina

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/09/banten-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Penyelarasan usulan program agar tidak terjadi tumpang tindih antara program pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Selain itu, koordinasi ini dilaksanakan karena terdapat tambahan usulan program dari kabupaten/kota.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Satuan Kerja Randal PIP Provinsi Banten, Yulizar mengatakan, koordinasi ini adalah upaya memenuhi gerakan 100-0-100 dan untuk sinkronisasi program pembangunan dengan daerah.</p> <p style="text-align: justify;">"Memang selama ini banyak terjadi pembangunan yang tidak sinkron dengan daerah karena kurangnya koordinasi rencana pembangunan dengan daerah terkait. Hal tersebut terjadi akibat pembangunan yang tidak sejalan dengan kebutuhan daerah, tutur Yunizar.</p> <p style="text-align: justify;">Yunizar berharap penyusunan RPI2JM 2015-2019 akan mendukung gerakan 100-0-100 yaitu tercapainya 100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak. (EroRandalBanten/ari)</p>