Melihat rendahnya capaian target SPM dan belum optimalnya program DAK bidang Cipta Karya, Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi NTT melaksanakan Workshop SMP dan DAK kabupaten/kota se-Provinsi NTT, Rabu (15/09/2015), di Kupang NTT

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/09/ntt-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Melihat rendahnya capaian target SPM dan belum optimalnya program DAK bidang Cipta Karya, Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi NTT melaksanakan Workshop SMP dan DAK kabupaten/kota se-Provinsi NTT, Rabu (15/09/2015), di Kupang NTT.</p> <p style="text-align: justify;">Workshop ini dibuka oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Andreas Wellem Koreh. Dalam sambutan pembukaan, Andreas manyampaikan bahwa untuk mencapai target yang tepat sasaran dalam percepatan pencapaian target Standard Pelayanan Minimal (SPM), maka diperlukan kerjasama pemerintah pusat dan pemerintah daearah dengan mensinergikan program dan anggaran, sehingga mempunyai kesamaan langkah dan tujuan dalam pembangunan bidang Cipta Karya.</p> <p style="text-align: justify;">"Sesuai Nawa Cita bahwa pembangunan dimulai dari daerah, hal ini membuat peran daerah semakin diperkuat. Salah satu bentuk penguatan daerah yaitu semakin besarnya dana transfer daerah yang dikelola oleh daerah untuk membiayai program pembangunan, yang salah satunya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)," kata Andreas.</p> <p style="text-align: justify;">Andreas berharap, melalui workshop ini diperoleh kesepahaman dan kesepakatan tentang perhitungan capaian SPM sehingga pemerintah daerah dapat menyusun target capaian SPM bidang cipta karya dalam kurun waktu 2015-2019.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dan desk, serta penandatanganan berita acara hasil desk oleh seluruh peserta workshop dari kabupaten/kota. (sandri/randalntt/ari)</p> &nbsp;