Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Air Minum dan Sanitasi (PAMS) Provinsi Maluku menggelar Workshop Bantuan Teknis Kelembagaan, di Ambon, Selasa (15/09/2015). Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku yang diwakili oleh Sekretaris Dinas PU, M. Sapthu. Kegiatan yang dihadiri ol

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/09/ambon-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Air Minum dan Sanitasi (PAMS) Provinsi Maluku menggelar Workshop Bantuan Teknis Kelembagaan, di Ambon, Selasa (15/09/2015). Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku yang diwakili oleh Sekretaris Dinas PU, M. Sapthu.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dihadiri oleh narasumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, Kepala Bidang di Lingkungan Dinas PU Provinsi Maluku, Kepala Satker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi, serta peserta dari 5 Kabupaten/Kota.</p> <p style="text-align: justify;">M. Sapthu mengatakan, Provinsi Maluku saat ini secara nasional berada di ranking 22 dari 33 provinsi di Indonesia, dengan capaian sebesar 52,79% sanitasi layak. Hal ini tentu saja membutuhkan usaha maksimal dari kita semua agar dapat mencapai universal access pada tahun 2019.</p> <p style="text-align: justify;">Pembangunan infrastrukur semata tidaklah cukup tanpa adanya institusi pengelola yang baik. Dengan institusi pengelola yang baik, diharapkan prasarana dan sarana sanitasi (air limbah dan persampahan) dapat memberikan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat, kata M. Saptu.</p> <p style="text-align: justify;">M. Saptu berharap Pemerintah Daerah dapat merencanakan penataan lembaga pengelola antara lain dengan pembentukan unit yang mengelola prasarana bidang penyehatan lingkungan permukiman didaerah. (Randal Maluku/ari)</p>