Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan (PKPPB) Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan Workshop/FGD Aspirasi dan Visi Kota Hijau, di Samarinda, Selasa (22/09/2015). Acara ini bertujuan untuk mendukung amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ru

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/09/kaltim-fgd-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman dan Penataan Bangunan (PKPPB) Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan Workshop/FGD Aspirasi dan Visi Kota Hijau, di Samarinda, Selasa (22/09/2015).</p> <p style="text-align: justify;">Acara ini bertujuan untuk mendukung amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yang secara tegas mengamanatkan bahwa 30% dari wilayah kota berwujud Ruang Terbuka Hijau (RTH), 20% RTH publik dan 10% RTH privat. Pengalokasian 30% RTH ini ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang RTRW Kota dan RTRW Kabupaten.</p> <p style="text-align: justify;">Acara ini merupakan salah satu implementasi tugas pembinaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya yang bersifat mendukung kegiatan di Bidang Penataan Bangunan. Peserta dalam acara ini terdiri dari unsur PU, Bappeda, dan FKH KabupatenKota se-Provinsi Kalimantan Timur.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur yang pada kesempatan ini diwakili oleh Dadang Irwan, selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, Dadang Irwan mengatakan, kota hijau merupakan kota yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumberdaya air dan energi secara efektif dan efisien, mengurangi limbah, menerapkan sistem transportasi terpadu, menjamin kesehatan lingkungan, mensinergikan lingkungan alami dan buatan, berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.</p> <p style="text-align: justify;">P2KH (Program Pengembangan Kota Hijau) merupakan inisiatif untuk mewujudkan kota hijau secara inklusif dan komprehensif untuk mewujudkan 8 atribut kota hijau, yang meliputi perencanaan dan perancangan kota yang ramah lingkungan, ketersediaan ruang terbuka hijau, konsumsi energi yang efisien, pengelolaan air yang efektif, pengelolaan limbah dengan prinsip 3R, bangunan hemat energi atau bangunan hijau, penerapan sistem transportasi yang berkelanjutan, dan peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau, tambah Dadang.</p> <p style="text-align: justify;">Pada acara tersebut juga diketahui bahwa pada Tahun Anggaran 2015 ini Kota Bontang mendapatkan kegiatan fisik untuk program P2KH. Sementara untuk kabupaten/kota lainnya yang ingin ikut serta dalam kegiatan P2KH ini, dapat segera melakukan pendaftaran dan melengkapi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. "Hasil dari kegiatan workshop/FGD ini akan digunakan untuk melengkapi berkas Tim Penjaringan Kota Penerima Program P2KH sebagai bahan dalam Konsonyiasi Kesiapan Readiness Criteria Kegiatan Tahun Anggaran 2016 Ditjen Cipta Karya, di Jakarta pada tanggal 28-30 September 2015 yang akan datang. (Umi/Randal-Kaltim/ari)</p>