Dalam rangka penyegaran kembali pemahaman dan kiprah para Duta Sanitasi mengenai isu-isu sanitasi dan lingkungan, Satker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi (PAMS) Provinsi Aceh menggelar acara Gathering Duta Sanitasi Provinsi Aceh selama 3 hari, yang dimulai Senin (28-30/09/2015) di Banda Aceh.

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/11/nad-dusan-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Dalam rangka penyegaran kembali pemahaman dan kiprah para Duta Sanitasi mengenai isu-isu sanitasi dan lingkungan, Satker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi (PAMS) Provinsi Aceh menggelar acara Gathering Duta Sanitasi Provinsi Aceh selama 3 hari, yang dimulai Senin (28-30/09/2015) di Banda Aceh.</p> <p style="text-align: justify;">Acara diikuti 22 orang Duta Sanitasi dari tahun 2008-2014 yang dipilih berdasarkan keaktifan di media sosial terkait dengan kampanye dan edukasi sanitasi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan penyegaran kembali dan berbagi pengalaman dan ide-ide program mengenai sanitasi yang telah dan akan dilakukan para Duta Sanitasi.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Cipta Karya, Rizal Aswandi mengatakan, pembangunan sanitasi bukan hanya memerlukan keberlanjutan pengelolaan, namun juga memerlukan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola prasarana dan sarana di bidang penyehatan lingkungan permukiman (PLP). "Salah satunya dengan mengaktifkan kegiatan kampanye dan edukasi bidang PLP," tambah Rizal.</p> <p style="text-align: justify;">PLP Khusus I, Subdit PLP Khusus, Direktorat Pengembangan PLP Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam paparannya Nanda menyatakan pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat dan melakukan aktifitas dalam kehidupan sehari-hari yang dimulai dari diri sendiri untuk menjaga lingkungan dan sanitasi.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam rangkaian kegiatan ini dipilih 5 orang Duta Sanitasi teraktif dan kreatif yaitu, Salma dengan perolehan nilai tertinggi, diikuti oleh Ayuli Sherlia, Nidia Zuhra, Raihan Safitri dan Fauza Erlia. Para Duta Sanitasi terpilih ini selanjutnya akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti penyegaran Duta Sanitasi tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh Direktorat Pengembangan PLP Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.(Randal NAD/ari)</p>