Untuk memenuhi pencapaian pembangunan dan terwujudnya pemukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang handal dalam pengembangan pemukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan penyehatan lingkungan pemukiman serta penataan banguna

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/11/csr-bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Untuk memenuhi pencapaian pembangunan dan terwujudnya pemukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan melalui penyediaan infrastruktur yang handal dalam pengembangan pemukiman, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan penyehatan lingkungan pemukiman serta penataan bangunan dan lingkungan, maka Ditjen Cipta Karya melakukan perencanaan yang matang untuk mendukung gerakan program 100-0-100 (100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak) yang berbasis partisipatif masyarakat maupun kelembagaan.</p> <p style="text-align: justify;">Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pengembangan PLP Dodi Krispratmadi pada acara Workshop Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Rangka Kerja Sama Pemerintah dan Swasta, di Jakarta, Senin (05/10/2015). Acara ini dilaksanakan dalam rangka penggalangan potensi pendanaan dari kalangan perusahaan terkait pembiayaan sanitasi.</p> <p style="text-align: justify;">Dodi menjelaskan, perusahaan sebagai pelaku ekonomi saat ini telah mengalami perubahan paradigma pembangunan. Diawali dari pembangunan berbasis ekonomi yang memiliki orientasi tujuan pada pencapaian laba semaksimal mungkin, menjadi pradigma pembangunan berkelanjutan dimana didalamnya memiliki upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan di masa kini tanpa mengurangi kebutuhan generasi di masa depan.</p> <p style="text-align: justify;">"CSR atau yang lebih dikenal dengan tanggung jawab sosial perusahaan merupakan suatu komitmen berkelanjutan dunia bisnis untuk bertanggung jawab atas dampak negatif yang ditimbulkan dan mencegah agar dampak negatif yang ditimbulkan tidak merugikan masyarakat dan lingkungan. Dunia bisnis juga dituntuk untuk menyelaraskan pencapaian kinerja laba dengan kinerja sosial dan kinerja lingkungan. Pencapaian itu akan menempatkan perusahaanmenjadi warga masyarakat yang baik (good corporate citizen) dan meraih keuntungan yang langgeng dalam arti yang lebih luas," kata Dodi.</p> <p style="text-align: justify;">Program-program CSR yang dicanangkan perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab yang dilakukan perusahaan untuk memberikan manfaat atas segala dampak yang diterima masyarakat. Oleh karenanya, program CSR tersebut harus memberi manfaat yang besar baik di bidang sosial, ekonomi, maupun lingkungan bagi masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;">"Untuk itu, Direktorat Pengembangan PLP Direktorat Jenderal Cipta Karya mengajak berbagai pihak perusahaan, yang bergerak diberbagai bidang, untuk turut serta berperan aktif dalam penyelenggaraan sanitasi di Indonesia. Hal ini penting karena urusan sanitasi telah menjadi hak azasi manusia yang idealnya harus dilakukan semua pihak menjadikan sanitasi urusan bersama," tutur Dodi.</p> <p style="text-align: justify;">Dodi mengapresiasi atas dukungan semua pihak yang telah memberikan dukungan secara penuh dalam persiapan pelaksanaan acara ini. "Melalui kegiatan Workshop CSR ini, diharapkan akan lahir laskar-laskar sanitasi yang siap membangun bersama untuk sanitasi Indonesia yang lebih baik," ujar Dodi.</p> <p style="text-align: justify;">Hadir sebagai narasumber, Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Dwityo A.Soeranto yang memaparkan tentang Kemitraan CSR dengan tema menjalin kerjasama dalam pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya.(ari)</p> <p style="text-align: justify;"></p>