Satuan Kerja Pengembangan Air Minum dan Sanitasi (Satker PAMS) Provinsi Kalimantan Utara menggelar workshop Pengelolaan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi dan Konsultasi Usulan Program Infrastruktur Sektor Air Minum dan Sanitasi Tahun Anggaran 2016-2019 diTarakan, beberapa waktu lalu. Tujuan work

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2015/11/kaltara-bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja Pengembangan Air Minum dan Sanitasi (Satker PAMS) Provinsi Kalimantan Utara menggelar workshop Pengelolaan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi dan Konsultasi Usulan Program Infrastruktur Sektor Air Minum dan Sanitasi Tahun Anggaran 2016-2019 diTarakan, beberapa waktu lalu.</p> <p style="text-align: justify;">Tujuan workshop ini yaitu untuk meningkatkan peran<i>stakeholder</i>kabupaten/kota dalam mendukung pencapaian target<i>universal acces</i>2019 serta memastikan keberlanjutan dan sinergitas program dan kegiatan air minum dan sanitasi di daerah.</p> <p style="text-align: justify;">Acara di buka oleh Syaharin selaku Kepala Bidang Perencana Prasarana Wilayah, Bappeda Provinsi Kalimantan Utara. Syaharin mengatakan, air minum dansanitasi merupakan sektor yang sangat penting dan saat ini tak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga menjadi perhatian dunia, mengingatsektor air minum dansanitasi berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan lingkungan masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;">Paling tidak terdapat beberapahalyang harus diperhatikan seperti air bersih yang merupakan kebutuhan utama untuk kehidupan masyarakat.Penanganan air limbah harus menjadi perhatian serius karena menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan, tutur Syaharin.</p> <p style="text-align: justify;">Syaharin menambahkan,sampah yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri karena setiap tahun meningkat jumlahnya seiring dengan peningkatan aktivitas kehidupan masyarakat itu sendiri yang jika tidak ditangani serius menjadi sumber penyakit dan pencemaran lingkungan.Drainase yang berfungsi sebagai saluran air, apabila penanganan tidak tepat, dapat menimbulkan genangan bahkan banjir, tambah Syaharin.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, Kepala Satker PAMS Provinsi Kalimantan Utara, Togaf M Hutagalungmenyatakan,tujuan dilakukannya kegiatan workshop ini adalah untukmeningkatkan kapasitas<i>stakeholder</i>dalampembinaan dan fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan kegiatan infrastruktur sektor air minum dan sanitasi di daerah,tersusunnya perencanaan usulan program dan kegiatan infrastruktur sektor air minum dan sanitasi tahun 2016-2019 di daerah dalam rangka pencapaian target<i>universal acces</i>2019. Serta terbangunnya komitmen bersama untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam pengelolaan program kegiatan sektor sanitasi, tutup Togaf. (Zulkifli/Randal/Kaltara/ari)</p> &nbsp;