Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mendukung sepenuhnya upaya pencapaian targetuniversal access2019. Dibutuhkan kerjasama lintas kementerian dan instansi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,stakeholderslainnya. Hal tersebut diungkapkan Menteri PUPR ya

&nbsp; <a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/02/20151111_ksan_2015_bsr.jpg"></a> Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mendukung sepenuhnya upaya pencapaian target<em>universal access</em>2019. Dibutuhkan kerjasama lintas kementerian dan instansi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,<em>stakeholders</em>lainnya. Hal tersebut diungkapkan Menteri PUPR yang dalam hal ini diwakili oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Andreas Suhono pada acara Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015 di Jakarta, Rabu (11/11/2015). Andreas mengatakan, untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR telah menetapkan visi kementerian, yaitu Terwujudnya Infrastruktur PUPR yang Handal dalam Mendukung Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong. Salah satu sasaran strategis untuk mewujudkan visi tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur permukiman di perkotaan dan perdesaan. Untuk itu kami menginisiasi Gerakan Nasional 100-0-100 sebagai upaya perwujudan akses universal terhadap air minum yang aman dan sanitasi layak serta pengurangan luasan permukiman kumuh, tutur Andreas. Lebih lanjut Andreas menjelaskan, dalam melaksanakan misi pembangunan infrastruktur permukiman, Kementerian PUPR melakukan tiga fokus, yaitu membangun sistem infrastruktur permukiman, fasilitasi Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota serta BUMD terkait dalam penguatan kelembagaan, keuangan, termasuk pembinaan teknis terhadap tugas dekonsentrasi dan pembantuan untuk menciptakan kemandirian Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan infrastruktur permukiman, serta pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pada skala lingkungan melalui pembangunan infrastruktur permukiman berbasis masyarakat seperti Pamsimas dan Sanimas. Bukan hanya membangun, kita harus juga memperhatikan siapa yang akan memanfaatkan infrastruktur tersebut dan membangun pada saat ada kebutuhan terhadap infrastruktur tersebut, ujar Andreas.(bns)