Direktorat Jenderal Cipta Karya kembali menggelar Forum Coffee Morning sebagai ajang komunikasi dan konsolidasi antar pegawai di lingkungan Ditjen. Cipta Karya, Jumat (20/11/2015) di Ruang Rapat Dirjen Cipta Karya, Jakarta. Tema yang diangkat pada Coffee Morning yaitu tentang Green Building Infras

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151123_coffee_morning_bsr.jpg"></a> <p style="text-align: justify;">Direktorat Jenderal Cipta Karya kembali menggelar Forum Coffee Morning sebagai ajang komunikasi dan konsolidasi antar pegawai di lingkungan Ditjen. Cipta Karya, Jumat (20/11/2015) di Ruang Rapat Dirjen Cipta Karya, Jakarta. Tema yang diangkat pada Coffee Morning yaitu tentang Green Building Infrastructure yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Penataan Bangunan.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Dalam forum tersebut Direktur Jenderal Cipta Karya Andreas Suhono, memberikan arahan tentang pembuatan Kampus PUPR sebagai percontohan green building infrastructure. Sesuai arahan Menteri PUPR yang menginginkan Kampus PUPR menjadi hijau kembali seperti hutan, green infrastructure memang harus dibangun. Bangunan dan lingkungannya merupakan suatu kesatuan sistem yang saling tersambung. Infrastruktur hijau merupakan hubungan interkoneksi dari ruang terbuka yang melindungi fungsi dan nilai-nilai ekosistem alam dan memberikan keuntungan bagi populasi manusia.</p> <p style="text-align: justify;">Dimana suatu sistem yang mengintegrasikan lingkungan alam dan ruang terbuka lain dengan sistem buatan manusia. Satu sistem yang meletakkan peran dan relasi yang seimbang antara sistem alam dan sistem buatan manusia (teknologi), ujar Andreas.</p> <p style="text-align: justify;">Forum Coffee Morning dihadiri oleh para pejabat eselon II dan III serta para staf di lingkungan Cipta Karya. Sedangkan pembicara yang hadir diantaranya Bobi Setiawan dari JUTAP Universitas Gadjah Mada, Andy Siswanto selaku praktisi Bangunan Gedung, Jatmiko Suryabrata dari Universitas Gadjah Mada, dan Agus Marsudi yang merupakan Tenaga Ahli Menteri PUPR. (ari)</p>