Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya selalu mempersiapkan diri untuk tanggap dan siaga menghadapi bencana alam yang terjadi di negara kita akhir-akhir ini.   Hal tersebut diutarakan oleh Sekretaris Ditjen Cipta Karya, Rina Agustin Indriani saat m

<a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151122_rri_bsr.jpg"></a>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya selalu mempersiapkan diri untuk tanggap dan siaga menghadapi bencana alam yang terjadi di negara kita akhir-akhir ini. &nbsp; <p style="text-align: justify;">Hal tersebut diutarakan oleh Sekretaris Ditjen Cipta Karya, Rina Agustin Indriani saat menjadi narasumber di Program Dialog Interaktif 'Sebaiknya Anda Tahu', di Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta, Jumat (20/11/2015).</p> <p style="text-align: justify;">"Bencana yang terjadi akhir-akhir ini tentunya menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak. Mulai dari bencana gempa bumi, kabut asap yang menimpa banyak lokasi, hingga kesiapan menghadapi kemungkinan banjir di musim penghujan.Kesiapan tersebut mencakup bidang Cipta Karya, Sumber Daya Air dan Bina Marga, tutur Rina.</p> <p style="text-align: justify;">Rina menjelaskan, Ditjen Cipta Karya melakukan persiapan kegiatan antisipasi menghadapi bencana, kegiatan tersebut diantaranya, pengamanan bangunan pengambilan sumber air baku, yaitu memantau debit air sungai, memeriksa kondisi pompa air baku dan pengaman, dan kondisi sumber daya listrik/<em>genset</em>.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, juga dilakukan pengamanan jaringan pipa transmisi air bersih, yaitu dengan memeriksa kondisi jaringan pipa transmisi dan pengaman atau kelengkapan pipa transmisi. Lalu pengamanan jaringan pipa distribusi air bersih, yaitu memeriksa kondisi jaringan pipa distribusi, dan pengamanan atau kelengkapan jaringan pipa distribusi, serta memeriksa kondisi pompa distribusi. Penyiapan tempat relokasi pengungsi, diantaranya memeriksa kondisi lahan relokasi, menyiapkan peralatan hunian sementara dan pemenuhan kebutuhan dasar air bersih dan sanitasi. Dan terakhir, persiapan barang dan peralatan penanggulangan darurat bencana, seperti mobil tangki air, IPA <em>mobile</em>, toilet <em>mobile</em>, hidran umum, <em>dump truck</em>, pompa air, dan <em>genset</em>.</p> <p style="text-align: justify;">Mobilisasi bantuan tersebut selalu kami koordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Seperti pada aksi-aksi tanggap darurat bencana sebelumnya, ungkap Rina.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo yang turut hadir dalam program tersebut,mengapresiasi Kementerian PUPR serta menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. "Bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi bencana juga merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, swasta dan masyarakat. Bencana terjadi pada masyarakat yang tidak siap, kalau tidak mau terkena bencana maka masyarakat harus siap, ujar Sutopo.(rzk/ari)</p>