Dalam rangka konsolidasi progres keuangan dan fisik sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan TA 2015 di Provinsi Jawa Timur, Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Workshop Evaluasi Akhir Tahun 2015 selama dua har

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151124_jatim_akhir_tahun_bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Dalam rangka konsolidasi progres keuangan dan fisik sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan TA 2015 di Provinsi Jawa Timur, Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman (Randal PIP) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Workshop Evaluasi Akhir Tahun 2015 selama dua hari (19-20/11/2015) di Kota Batu.</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Workshop Evaluasi Akhir Tahun 2015 kali ini, diikuti oleh Kepala Dinas PU/Cipta Karya, petugas e-Monitoring K/L dan petugas e-Monitoring DAK dari 38 kabupaten/kota dan Satker-Satker APBN di lingkungan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur yang diwakiliKepala UPT Informasi Teknologi Bangunan dan Perumahan Nuraini mengingatkan pentingnya langkah-langkah strategis untuk melakukan percepatan progres terutama pada program pemberdayaan. Secara umum progres Jawa Timur per 18 November telah mencapai 62,92 % dan sedikit diatas rata-rata progres Ditjen Cipta Karya, tetapi sisa waktu yang tinggal 1 bulan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan, kualitas administrasi maupun pelaporannya, kata Nuraini.</p> <p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Kasubdit Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Joerni Makmoerniati menekankan, pentingnya setiap Satuan Kerja untuk fokus kepada pencapaian target TA 2015. Diharapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dapat mendukung Gerakan 100-0-100 yang tertuang dalam RPJMN untuk disinkronkan dengan RPJMD di daerah sehingga mendapat prioritas program dan anggaran. Dengan demikian infrastruktur ke-Cipta Karya-an yang berfungsi baik, terjangkau dan berkelanjutan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara, Kasatker Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Jawa Timur Suyanto mengatakan, progres program pemberdayaan masih perlu didorong untuk lebih optimal. Saat ini per 18 November progres keuangan PPIP telah 100 % tetapi untuk program Pamsimas baru 42,17 % dan program terkait penanganan kumuh di Kota Malang dan Kota Pasuruan baru 16,12 %. Saya optimis progres tersebut akan melesat di awal desember karena saat ini sedang persiapan pencairan. koordinasi dengan para fasilitator dapat berjalan dengan baik. Saya harap agar selain progres tetapi juga pelaporan foto, titik koordinat dan tenaga kerja dapat tersajikan dengan baik pula, harap Suyanto. (ef/Randal Jatim/bns)</p>