Untuk meningkatkan penggunaan dana pusat di daerah menjadi lebih tepat sasaran, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melakukan Sosialisasi Petunjuk Teknis dan Konsultasi Program Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Infrastruktur Tahun 2016 di Batam, Kepulauan Riau selama

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151126_kepri_dak_sekjen_bsr.jpg"></a>Untuk meningkatkan penggunaan dana pusat di daerah menjadi lebih tepat sasaran, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melakukan Sosialisasi Petunjuk Teknis dan Konsultasi Program Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Infrastruktur Tahun 2016 di Batam, Kepulauan Riau selama 2 hari (18-19/11/2015).</p> <p style="text-align: justify;"></p> <p style="text-align: justify;">Sosialisasi ini diikuti sebanyak 154 peserta dari kabupaten/kota dan Satuan Kerja di wilayah barat, meliputi Provinsi Kepri, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu dan Lampung.</p> <p style="text-align: justify;">Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjoyono mengatakan, tujuan acara ini yaitu untuk menajamkan sasaran kegiatan DAK yang akan dituangkan dalam format Rencana Kerja (RK), melakukan input dan verifikasi rencana kegiatan DAK ke dalam aplikasi e-Monitoring DAK serta menyiapkan langkah-langkah percepatan pelaksanaan kegiatan DAK bidang infrastruktur di tahun 2016.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk kondisi pelayanan air minum, sanitasi, Taufik menjelaskan, saat ini cakupan pelayanan air minum sudah mencapai 70,5%. Kondisi pelayanan sanitasi dilihat dari cakupan pelayanan sanitasi yang telah mencapai 62%. Sementara, pada tahun 2019 target yang harus dipenuhi antara lain untuk akses aman air minum sebesar 100%, pelayanan sanitasi layak sebesar 100%.</p> <p style="text-align: justify;">"Dari data-data tersebut terlihat bahwa masih terdapat gap antara kondisi eksisting dengan target yang harus dipenuhi pada tahun 2019. Untuk itu diperlukan kebijakan khusus untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur daerah," ujar Taufik.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam Perpres No. 2 Tahun 2015 tentang RPJMN Tahun 2015-2019, Taufik mengungkapkan, terdapat tiga dimensi pembangunan nasional yaitu dimensi Pembangunan Manusia dan Masyarakat, Pembangunan Sektor Unggulan, dengan prioritas yang terkait yaitu kedaulatan pangan dan Pemerataan serta Kewilayahan, dengan prioritas yang terkait yaitu menghilangkan atau memperkecil kesenjangan antarwilayah, dengan prioritas wilayah desa, wilayah pinggiran, Luar Jawa dan Kawasan Timur.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam rangka mendukung 3 dimensi pembangunan nasional tersebut dimana sebagian besar pembangunan infrastruktur dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, maka diperlukan dana insentif dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah melalui mekanisme transfer ke daerah yaitu salah satunya melalui (DAK).</p> <p style="text-align: justify;">"Dalam laporan panitia kerja transfer ke daerah dan dana desa yang kemudian ditetapkan dalam Perpres tentang Rincian APBN TA. 2016, telah ditetapkan alokasi anggaran DAK TA 2016 Bidang Infrastruktur sebesar Rp55,29 triliun, untuk 33 Provinsi dan 508 Kabupaten/Kota," sebut Taufik.</p> <p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, Taufik menjelaskan, dalam mengawali pelaksanaan kegiatan bidang infrastruktur yang didanai dengan DAK Bidang Infrastruktur Tahun 2016, Kementerian PUPR telah menyusun Petunjuk Teknis, dalam rangka memberikan pedoman penggunaan DAK Bidang Infrastruktur tahun 2016, yang diatur dalam Peraturan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Nomor 47/PRT/M/2015 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Infrastruktur yang telah ditetapkan sejak tanggal 3 November 2015.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami berharap dengan Sosialisasi ini dapat menghasilkan rencana kegiatan yang dapat memenuhi sasaran-sasaran yang telah ditetapkan, baik dalam RPJMN 2015-2019, RKP 2016, Renstra Kementerian PUPR, SPM Bidang PUPR, maupun RPJMD, harap Taufik. (randal kepri/bns)</p>