Satuan Kerja PKPPB Provinsi Gorontalo mengadakan Rapat Koordinasi Akhir Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2015 Program PPIP di Kota Gorontalo beberapa waktu lalu. Kasatker PKPPB Iqbal Hasan mengatakan, Program PPIP memiliki peran yang sangat strategis terutama untuk mengurangi tingkat dis

<p style="text-align: justify;"><a href="http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/wp-content/uploads/2016/03/20151203_rakor_akhir_ppip_gorontalo_bsr.jpg"></a></p> <p style="text-align: justify;">Satuan Kerja PKPPB Provinsi Gorontalo mengadakan Rapat Koordinasi Akhir Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2015 Program PPIP di Kota Gorontalo beberapa waktu lalu.</p> <p style="text-align: justify;">Kasatker PKPPB Iqbal Hasan mengatakan, Program PPIP memiliki peran yang sangat strategis terutama untuk mengurangi tingkat disparitas pembangunan kota/desa dan upaya pencegahan perluasan kawasan kumuh. Di sisi lain pengembangan kawasan permukiman perdesaan juga masih diwarnai oleh beberapa issue antara lain masih tingginya keterisolasian wilayah perdesaan, kemiskinan, pengangguran dan kerentanan ekonomi serta keterbatasan ketersediaan pelayanan umum dan pelayanan dasar minimum. Oleh karena itu, diperlukan terobosan program yang mampu mengatasi permasalahan tersebut secara efektif dan efisien.</p> <p style="text-align: justify;">Provinsi Gorontalo hampir 100% menyelesaikan pembangunan konstruksi fisik. Dan untuk mencapai Progres 100 % tersebut terdapat kendala dan permasalahan salah satunya, masih ada beberapa desa maupun kabupaten yang belum menyelesaikan konstruksi fisik maupun musyawarah desa IV. Keberhasilan pelaksanaan sebuah program sangat ditentukan oleh perencanaan yang baik dengan memperhitungkan seluruh potensi dan kendala yang mungkin terjadi. Terkait dengan temuan hasil pemeriksaan baik yang bersifat administratif maupun keuangan hendaknya segera ditindaklanjuti dengan berkoordinasi secara intensif dengan auditor di tingkat perwakilan dan Satker Provinsi, tutur Iqbal.</p> <p style="text-align: justify;">Iqbal mengungkapkan, seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan harus diimbangi dengan dokumentasi dan pelaporan yang baik. Pelaporan hendaknya dilaksanakan secara rutin, berisikan kondisi aktual di lapangan dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu, diperlukan peran operator e-Monitoring/SAIBA. (anto rndlgtlo/bns)</p>